Workshop On Program Global Shield (PGS) dan Small Arms and Light Weapon (SALW)

Direktorat Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga (KIAL) menyelenggarakan Workshop On Program Global Shield (PGS) dan Small Arms and Light Weapon (SALW) pada Senin (15/11) sampai dengan Jumat (19/11) di Hotel Santika Dyandra Convention, Medan. Peserta terdiri dari pegawai Bea dan Cukai dari kantor vertikal wilayah Sumatera, serta dari Aviation Security Bandara Internasional Kualanamu. Sebelumnya acara yang sama diselenggarakan di Yogyakarta pada tahun 2018 dan Makassar pada tahun 2019. Sedangkan para pengajar terdiri dari pejabat/pegawai Bea dan Cukai yang telah mengikuti pelatihan oleh World Customs Organization (WCO) di tingkat regional Asia-Pasifik/sub-regional ASEAN sebagai trainer. Acara dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Bea dan Cukai Sumatera Utara Parjiya dan ditutup pada Jumat oleh Fitra Krisdianto selaku Kepala Subdirektorat Multilateral DIrektorat KIAL.

Workshop on Program Global Shield (PGS) dan Small and Light Weapons (SALW) bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pegawai di perbatasan untuk mendeteksi bahan kimia yang dapat digunakan sebagai bahan peledak, serta senjata api. Selain mempelajari teori, peserta juga akan dilatih untuk praktek menggunakan peralatan deteksi.

Terorisme global menimbulkan berbagai tantangan, tidak hanya terhadap keamanan dan keselamatan, tetapi juga terhadap pembangunan ekonomi dan stabilitas politik, sehingga penting bagi Bea Cukai untuk lebih memperkuat upaya dalam mengamankan perbatasan dan melindungi rantai pasokan perdagangan internasional. Beberapa serangan teroris di Asia menunjukkan peningkatan aktivitas ilegal seperti penggunaan senjata api ringan, bahan peledak buatan sendiri karena kemudahan memperoleh senjata api serta prekursor bahan peledak.

Berlatar belakang tantangan dimaksud, World Customs Organization (WCO) meluncurkan program Asia Pacific Security Project pada tahun 2017 berfokus pada tantangan terkait keamanan perbatasan di Asia Tenggara dengan tiga prioritas yaitu (1) Program Global Shield (PGS) – fokus pada bahan peledak / improvised explosive devices (IEDs); (2) penggunaan advance passenger information (API) and passenger name records (PNR) untuk melakukan analisis risiko yang efektif pada penumpang untuk membendung kelompok teroris; dan (3) Small Arms and Light Weapon (SALW) dengan fokus senjata api.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *