Dukung Industri Dalam Negeri, BC Hadiri Ekspor Raya Komoditas Perikanan

Dalam rangka memperingati Bulan Bakti Karantina dan Mutu Hasil Perikanan Tahun 2019, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sumatera Utara dan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean Belawan hadiri Ekspor Raya Komoditas Perikanan di Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Medan II, Belawan, Jumat (19/7).

Peringatan Bulan Bakti Karantina dan Mutu Hasil Perikanan Tahun 2019 ini diselenggarakan di Lima Pelabuhan Utama. Kelima pelabuhan tersebut adalah Tanjung Priok, Belawan, Tanjung Perak, Tanjung Mas, dan Soekarno Hatta. Acara yang tersambung melalui konferensi video ke empat pelabuhan lain ini dihadiri oleh Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Menteri Keuangan yang diwakili oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai, dan Kepala BKIPM KKP di Pelabuhan Tanjung Priok.

Peringatan Bulan Bakti Karantina dan Mutu Hasil Perikanan Tahun 2019 di Belawan turut mengundang pelaku ekspor dan pengolah di bidang perikanan. Sebanyak sebelas kontainer dengan periode ekspor mulai dari tanggal 19 sampai dengan 23 Juli berhasil dikumpulkan untuk memeriahkan ekspor raya ini. Kedepannya DJBC dan BKIPM akan terus meningkatkan sinergi untuk menjadi lebih baik, tidak hanya mempercepat proses ekspor, sinkronisasi Pemberitahuan ekspor Barang (PEB) dan Health Certificate pun akan segera dilakukan pada Indonesia Nasional Single Window (INSW).

Pada kesempatan ini, Kepala BKIPM Medan II, Edi Santoso, menyebutkan bahwa mungkin Belawan merupakan bagian kecil dari ekspor perikanan, namun eksistensi dan pelayanan yang ditawarkan sudah berbasis digital dan akan semakin membaik dari waktu ke waktu. “Diharapkan semua rekan rekan pelaku usaha dalam melakukan usaha dalam melaksanakan produk perikanannya selalu bersumber dari penangkapan yang ramah lingkungan dan juga tidak merupakan produk-produk perikanan yang dilindungi atau dilarang,” ujar Edi.

BC Tangkap Rokok Ilegal dan Pakaian Bekas

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sumatera Utara (DJBC Sumut) merilis tangkapan hasil penindakan selama bulan Juni hingga Juli, Selasa (16/7). Tangkapan berupa rokok ilegal dan pakaian bekas (ballpress) ini dirilis di Pos Pangkalan/Dermaga Kantor Wilayah DJBC Sumut, Belawan.

Penindakan terhadap rokok ilegal yang dilakukan pada Kamis, 4 Juli 2019 merupakan salah satu program dari Operasi Gempur I (periode 17 Juni s.d. 14 Juli 2019) yang telah dilaksanakan oleh DJBC. Penindakan yang dilakukan bersama Polisi Militer Kodam I/ Bukit Barisan di Padang Sidempuan ini berhasil mengamankan rokok ilegal dengan merek Record, Gudang Cengkeh dan Sembilan Bold berjumlah 1.712.524 batang.

Modus rokok ilegal pada tangkapan ini berasal dari kesalahan personalisasi pita cukai atau lebih jelasnya pelekatan pita cukai hasil tembakau yang tidak sesuai peruntukannya. Dari kasus rokok illegal ini, total kerugian negara berjumlah Rp 624.620.200,- dan saat ini sedang dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang terkait dengan pelanggaran Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai.

Penindakan terhadap kapal Kapal Motor (KM) Tunas Flora asal Malaysia dilakukan di perairan Sungai Berombang, Panai Hilir, Labuhanbatu. Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap KM. Tunas Flora oleh tim Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Teluk Nibung dari kapal patroli BC1508, didapati 683 pakaian bekas (ballpress) dengan total nilai barang Rp 1.366.000.000,-.

Impor pakaian bekas akan mendistorsi pasar domestic produk tekstil dalam negeri yang menyebabkan Industri Kecil dan Menengah (IKM) tekstil dan Konveksi lokal Industri Tekstildan Produk Tekstil (TPT) akan kalah bersaing. Pakaian bekas juga akan berpotensi menularkan penyakit, selain itu importasi pakaian bekas akan menurunkan harga diri bangsa di tingkat internasional. Saat ini kapal dan pakaian bekas (ballpress) sudah diamankan di Pos Pangkalan/Dermaga Kantor Wilayah DJBC Sumut dan sedang diakukan penyelidikan terkait dengan pelanggaran Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan.

Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumut, Oza Olavia, mengatakan bahwa saat ini DJBC sedang melaksanakan Operasi Gempur Rokok Ilegal 2019 yang bertujuan untuk memberantas peredaran rokok ilegal di Sumatera Utara. “Saya harap sinergi yang telah dibangun bersama seluruh aparat penegak hukum dengan Bea Cukai ini dapat berlanjut, tidak hanya dalam pemberantasan rokok ilegal dan ballpress, tapi lebih lanjut untuk menjaga masyarakat dari berbagai macam barang-barang yang berpotensi membahayakan,” ujar Oza.

In House Training Perpajakan untuk Pegawai DJBC-DJP-DJA

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Sumatera Utara I menyelenggarakan acara In House Training (IHT) tentang penggalian potensi perpajakan berdasarkan data Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor pertambangan mineral dan batu bara (minerba), kehutanan dan perikanan kepada para pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), DJP dan Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) pada Kamis, 23 Mei 2019 bertempat di aula lantai 8 Kanwil DJP. Acara ini diikuti oleh para pejabat dan pegawai yang menjadi penanggung jawab Program Sinergi pada masing-masing kantor, baik dari Kanwil DJBC Sumut, Kanwil DJP Sumut I dan Kanwil DJP Sumut II beserta penanggung jawab Program Sinergi di seluruh Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) dan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) dibawahnya.

Acara ini merupakan program sinergi DJBC, DJP dan DJA wilayah Sumatera Utara. Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara, Oza Olavia mengharapkan bahwa hasil dari Program Sinergi DJP, DJBC, dan DJA selain dari sisi penerimaan negara, namun juga peningkatan kepatuhan pengguna jasa. “Saya berharap hasil dari program sinergi ini wajib pajak menjadi taat dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku,” ungkap Oza Olavia.

Acara ini dimulai dengan pemaparan materi oleh narasumber yang berasal dari Kanwil DJBC Sumatera Utara dan Kanwil DJP Sumatera Utara II yang sebelumnya sudah mengikuti Training of Trainer  PNBP pada 2 s.d. 3 Mei 2019 di Ruang Rapat DJA, Gedung Soetikno Slamet, Jakarta Pusat.

IHT penggalian potensi perpajakan berdasarkan Data PNBP sektor minerba, kehutanan dan perikanan adalah pelatihan analisis dan penggalian potensi perpajakan berdasarkan data PNBP kepada pejabat dan pegawai DJBC dan DJP di Wilayah Sumatera Utara yang termasuk dalam Tim Program Sinergi. Acara ini merupakan upaya DJBC, DJP dan DJA dalam rangka meningkatkan penerimaan negara dan kepatuhan wajib pajak. Pada Tahun 2018, Program Sinergi dilaksanakan oleh DJBC dan DJP, namun untuk tahun 2019, sesuai arahan Menteri Keuangan, Program Sinergi dilaksanakan oleh DJBC, DJP dan DJA, dimana PNBP dikelola oleh DJA. (spp)