Bersinergi Membangun Negeri Menuju Indonesia Maju bersama Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara

Sebagai bentuk komitmen Kanwil DJBC Sumatera Utara untuk mewujudkan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Kanwil DJBC Sumatera Utara mengadakan Coffee Morning dan Survei Pelayanan/Koordinasi bersama instansi pemerintah dan stakeholder yang bertempat di Aula lantai 6 Gedung Keuangan Negara unit II Medan pada tanggal 20 Februari 2020.

Acara dibuka oleh Oza Olavia selaku Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara. Dalam pemaparannya Oza Olavia menyampaikan prestasi kinerja yang telah diraih oleh Kanwil DJBC Sumatera Utara dimana salah satunya adalah mendorong ekspor di wilayah Sumatera Utara. Oza juga menyampaikan bentuk sinergi Kanwil DJBC Sumatera Utara bersama instansi pemerintah maupun stakeholder.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan singkat mengenai Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) oleh Tim Direktorat Kepatuhan Internal Kantor Pusat DJBC. Selanjutnya dilaksanakan survei persepsi anti korupsi dan kualitas pelayanan Kanwil DJBC Sumatera Utara kepada seluruh responden baik dari instansi pemerintah maupun stakeholder. Hasil survei inilah yang akan ditelaah dan menjadi indikator dalam Lembar Kerja Evaluasi (LKE) untuk mewujudkan Kanwil DJBC Sumatera Utara menjadi Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) .

COFFEE MORNING PENGUSAHA TPB SUMUT

Medan – Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sumatera Utara menyelenggarakan Coffee Morning dengan perusahaan pengguna  fasilitas Tempat Penimbunan Berikat (TPB) pada hari Selasa (27/08) yang bertempat di Aula lantai VI Gedung Keuangan Negara Medan II. Acara ini dihadiri oleh perusahaan penerima fasilitas TPB di wilayah Sumatera Utara.

Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Sumatera Utara Mathias Buluama memberikan sambutan sekaligus menyapa para pengusaha TPB di wilayah Sumatera Utara, serta tim dari Direktorat Fasilitas Kepabeanan Kantor Pusat DJBC dan KPPBC Tipe Madya Pabean B Medan. “Kami mengundang bapak ibu sekalian agar lebih dekat dan lebih kenal. Karena sebagian perizinan berada di kantor wilayah, kami mohon masukan agar menjadi evaluasi bagi kami,” ujar Mathias.

Acara diawali dengan pemaparan tentang IT Inventory sub sistem menuju kriteria A dan B oleh Budi Kristanto Kepala Seksi Evaluasi dan Harmonisasi Kebijakan Fasilitas TPB Direktorat Fasilitas Kepabeanan Kantor Pusat DJBC, yang menginformasikan berbagai informasi terkait kriteria IT Inventory secara lebih rinci, seperti cara melakukan identifikasi kondisi IT Inventory yang digunakan oleh Perusahaan Kawasan Berikat. Acara dilanjutkan dengan tanya jawab yang ditanggapi antusias oleh para peserta.

Dalam acara coffee morning ini juga disisipkan pemaparan tentang pemberantasan pungutan liar oleh Bidang Kepatuhan Internal Kanwil DJBC Sumatera Utara, yang diwakili oleh Toupik Kurohman Kepala Seksi Kepatuhan Pelaksanaan Tugas Pelayanan Kanwil DJBC Sumatera Utara. Toupik menerangkan berbagai upaya yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan  dalam mencegah terjadinya penyimpangan dalam pelaksanakan tugas pelayanan kepada pengguna jasa. Sebagai contoh diluncurkannya Whistleblowing System Kementerian Keuangan sebagai wadah pelaporan apabila ditemukannya pungutan liar di Kementerian Keuangan.

Sinergi dan keterikatan yang erat diharapkan tetap dan terus terjalin dalam suasana kekeluargaan dan profesionalitas. Selain itu, terlaksananya kegiatan Coffee Morning diharapkan dapat meningkatkan kesadaran atas pemenuhan kewajiban serta berlakunya ketentuan yang mengatur proses bisnis para pengusaha TPB.

Coffee Morning Perusahaan Penerima Fasilitas KITE

Medan – Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sumatera Utara menyelenggarakan Coffee Morning Perusahaan Penerima Fasilitas KITE pada hari Selasa (05/03) yang bertempat di Aula Kanwil DJBC Sumatera Utara Gedung Keuangan Negara Medan.

Acara ini dihadiri oleh perusahaan penerima Fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) dan pengusaha Industri Kecil Menengah (IKM) di wilayah Sumatera Utara.

Dengan semangat “KITE Gencar Ekspor”, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 160/PMK.04/2018 tentang Pembebasan Bea Masuk dan Tidak Dipungut Pajak Pertambahan Nilai atau Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah Atas Impor Barang dan Bahan Untuk Diolah, Dirakit, atau Dipasang Pada Barang Lain Dengan Tujuan Untuk Diekspor yang mulai diberlakukan sejak tanggal 18 Ferbruari 2019.

Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Sumatera Utara Mathias Buluama memberikan sambutan sekaligus menyapa enam Perusahaan penerima Fasilitas KITE dan lima Perusahan Industri Kecil Menengah (IKM) di wilayah Sumatera Utara, serta tim dari Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean Belawan dan KPPBC Tipe Madya Pabean B Medan. “Acara ini bertujuan untuk menindaklanjuti acara Sosialisasi KITE di Kantor Pusat DJBC kemarin (15/02). Memberikan update tentang peraturan KITE. Kalau dipusat kemarin karena terlalu banyak pesertanya saya yakin bapak dan ibu kurang puas bertanya, sekarang disini kami hadirkan orang pusatnya, silahkan bertanya,” ujar Mathias.

Diawali dengan pemaparan tentang update peraturan KITE oleh Suprayitno Kepala Seksi Perijinan dan Fasilitas III Kanwil DJBC Sumatera Utara yang menginformasikan berbagai perubahan seperti perizinan operasional dan transaksional online; Subkontrak ke luar negeri, reimpor hasil produksi, reekspor bahan baku; impor dan ekspor melalui Pusat Logistik Berikat (PLB); otomasi penelitian realisasi ekspor; digitalisasi layanan (e-KITE).

Dilanjutkan dengan pemaparan tentang Portal KITE Online (e-KITE) oleh M. Rofiudzdzikri Seksi Pengendalian Mutu Sistem Informasi Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai Kantor Pusat DJBC. Rofiudzdzikri menerangkan tiga pokok bahasan yaitu penghapusan Laporan Pemeriksaan Ekspor (LPE) yang akan memangkas waktu penyelesaian ekspor barang fasilitas, pengajuan BCL.KT secara web base, dan monitoring mandiri atas dokumen perizinan yang telah diajukan oleh perusahaan penerima fasilitas KITE melalui http://customer.beacukai.go.id/.

Pemaparan ditutup dengan asistensi penggunaan Portal KITE Online (e-KITE) oleh Hendro Wibowo Utomo dan Michel Mulia Sibarani dari Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai Kantor Pusat DJBC yang dilakukan secara interaktif. Dalam asistensi tersebut Hendro memperagakan tata cara menggunakan Portal KITE ini dari mulai penginputan doumen sampai dengan penerbitan produk perizinan yang semua dapat dilakukan secara mandiri dan dapat dimonitoring atas perkembangan dokumen perizinan yang diajukan.