Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Eskpor Rotan

Tim gabungan Bea Cukai Sumatera Utara, Nanggroe Aceh Darussalam, dan Kepulauan Riau berhasil menggagalkan penyelundupan rotan sebanyak 40 ton dalam Operasi Patroli Laut Terpadu Jaring Sriwijaya 2019. Rotan yang dimuat di Kapal Motor (KM) Bintang Kejora berhasil digagalkan penyelundupannya pada hari Jumat (21/6) pukul 03.00 WIB di Perairan Pantai Keuremak, Kabupaten Aceh Tamiang.

Penegahan terhadap KM Bintang Kejora dilakukan setelah dilakukan pemeriksaan awal oleh tim bea cukai dari kapal patroli Bea Cukai BC10002, yang mendapati bahwa rotan muatan kapal tersebut tidak diberitahukan ekspornya dan tidak ada dalam dalam daftar muatan kapal (manifest). KM Bintang Kejora kemudian dikawal ke Pangkalan Bea Cukai Belawan untuk selanjutnya dilakukan penyelidikan. Nahkoda KM Bintang Kejora serta lima orang anak buah kapal saat ini ditahan di rumah tahanan kelas II B Labuhan Deli, Medan.

Rotan asalan sebanyak ± 40 (empat puluh) ton yang dikemas dalam 83 bundle ini berasal dari Sungai Iyu, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang. Rotan-rotan ilegal ini rencananya akan diekspor ke Pulau Penang, Malaysia. Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 44/M-DAG/PER/7/2012 tanggal 18 Juli 2012 tentang Barang Dilarang Ekspor, rotan dalam bentuk utuh (mentah/segar/dicuci/dikikis buku-bukunya), rotan setengah jadi, hati rotan, kulit rotan, dan rotan yang tidak dalam bentuk utuh merupakan barang di bidang kehutanan yang dilarang ekspornya.

Sanksi hukum atas pelaku tindak pidana tersebut diatur dalam pasal 102A huruf (a) dan/atau Pasal 102A huruf (e) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 Tentang Kepabeanan, yaitu: “Setiap orang yang mengekspor barang tanpa menyerahkan pemberitahuan pabean; setiap orang yang mengangkut barang ekspor tanpa dilindungi dengan dokumen yang sah sesuai dengan pemberitahuan pabean sebagaimana dimaksud dalam pasal 9A ayat (1) dipidana karena melakukan penyelundupan di bidang ekspor dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 50.000.000 (lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp. 5.000.000.000 (lima miliar rupiah)”.

Kepala Kanwil DJBC Sumatera Utara, Oza Olavia mengatakan bahwa sebagai institusi yang memiliki fungsi Community Protector, kami bersama seluruh instansi dan aparat penegak hukum lain terus menjalin sinergi untuk dapat melindungi masyarakat dari masuk dan keluarnya barang barang yang dapat merugikan dan/atau membahayakan negara ini, penyelundupan rotan tentunya akan berpotensi merusak ekosistem karena tidak dikontrol pemanfaatannya, lebih lanjutnya lagi ini sangat merusak ekonomi dalam negeri dengan penyelundupan bahan mentah yang merupakan sumber daya alam Indonesia. “Saya harap dengan adanya sanksi hukum yang tegas, pelaku usaha maupun masyarakat tidak melakukan tindak penyelundupan ekspor seperti ini lagi,” ujar Oza Olavia. (dit)

BEA CUKAI SUMUT TANGKAP ROKOK ILLEGAL

Secara beruntun dalam seminggu lalu Kanwil Bea Cukai Sumatera Utara melakukan penangkapan rokok illegal yang akan diedarkan di wilayah Sumatera Utara.  Pada tanggal 23 Mei 2019, sebuah truk tronton dari Jawa Tengah bermuatan 450 box atau sejumlah 7.200.000 batang rokok illegal berupa rokok salah peruntukan, diamankan di Gudang sekitar jalan Krakatau medan.  Dilanjutkan pada tanggal 27 Mei 2019 kembali Kanwil Bea dan Cukai menangkap 108 box atau sejumlah 1.080.000 batang rokok illegal berupa rokok polos tanpa pita cukai.

Dalam penjelasannya, Oza Olavia Kakanwil Bea Cukai Sumatera Utara mengatakan rokok illegal berupa rokok salah peruntukan maksudnya adalah rokok kemasan isi 20 batang, tetapi dilekati dengan pita cukai rokok kemasan isi 12 batang.  Sehingga terjadi kekurangan pembayaran cukai setidaknya sebesar Rp. 2.1 Miliar rupiah.  Sementara itu rokok illegal berupa rokok polos tanpa pita cukai adalah rokok yang diedarkan dalam kemasan yang sama sekali tanpa membayar cukai.  Pelekatan pita cukai pada kemasan rokok merupakan bukti bahwa rokok tersebut telah dibayar cukainya kepada Negara.  Kerugian Negara dari kasus tersebut adalah sekitar 702 juta rupiah.

Khusus untuk pelanggaran rokok polos, Oza Olavia mewanti-wanti kepada masyarakat Sumatera Utara khususnya para penjual, baik grosir ataupun toko eceran untuk tidak terlibat memperjual belikannya.  Karena dalam Undang-undang Cukai disebutkan siapa saja yang memperjualbelikan rokok polos, atau bahkan kepada siapapun yang memperoleh, menimbun atau menyimpan Rokok Polos maka akan dikenakan sanksi pidana penjara antara 1 tahun samapi 5 tahun.  Di tahun 2019 ini setidaknya sudah 5 orang dipenjarakan karena bertindak sebagai distributor rokok polos.

Tentu akan sangat rugi jika karena jumlah keuntungan yang tidak seberapa menjual rokok polos, para penjual eceran (kedai) harus menanggung hukuman penjara” tambahnya.

Bea Cukai Sumatera Utara mengidentifikasi sejak akhir 2018 hingga saat ini peredaran rokok illegal diperkirakan mengalami peningkatan, baik yang berasal dari Pulau Jawa atau yang diselundupkan dari Batam/Singapura melalui Perairan Riau.  Kesimpulan ini didasarkan data peningkatan tangkapan rokok Kanwil Bea Cukai Sumatera Utara yang hingga Mei 2019 ini saja sudah mencapai 12.550.746 batang.  Jumlah tersebut telah melampaui jumlah tangkapan 2 tahun terakhir berturut-turut tahun 2017 dan 2018 sejumlah 6.855.193 batang.

Oza Olavia meminta masyarakat untuk turut membantu pemberantasan rokok illegal ini, karena akibatnya akan secara langsung berpengaruh pada roda pembangunan di Sumatera Utara.  Jika rokok illegal banyak beredar maka pembayaran Cukai Rokok dan Pajak Rokok menjadi berkurang.  Padahal dari pungutan ini akan langsung dialokasikan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) kepada Pemerintah Provinsi dan seluruh Pemerintah Kabupaten dan Kota di Sumatera Utara untuk pembiayaan Jaminan Kesehatan Masyarakat, pengembangan industri kecil dan menengah atau pembangunan infrastrukstur lain.

Dampak lain yang mungkin terjadi adalah meningkatknya pengangguran dan runtuhnya industri pertanian tembakau dan industri rokok di Sumatera Utara.

Untuk itu, pada tanggal 16 Mei 2019 Kanwil Bea Cukai Sumatera Utara telah menjalin kerjasama dengan Bappeda Provinsi dan seluruh Pemerintah Kabupaten dan Kota di Sumatera Utara, untuk mensinergikan dan mengefektifkan gerakan sosialisasi dan pemberantasan rokok illegal. Gerakan bersama ini diharapkan dapat menghilangkan perbedaan intensitas gerakan sosialisasi dan pemberantasan rokok illegal antara Kabupaten / Kota pengelola industri pertanian tembakau atau industri rokok, dengan daerah lain sebagai daerah pemasaran rokok.

Berbagi Kebahagiaan Pegawai Bea Cukai dengan SD Juara Rumah Zakat Medan

Pegawai Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara mengadakan Kelas Inspirasi dan Buka Bersama siswa SD Juara Rumah Zakat Medan. Acara dilaksanakan di ruang kelas SD Juara Rumah Zakat Medan pada Senin, (27/05/2019). Para pegawai tampak membaur bersama para siswa yang terlihat antusias mengikuti kegiatan.

Pembina Pelaksana Kegiatan Kelas Inspirasi dan Buka Bersama, Toupik Kurrohman memberikan motivasi kepada para siswa untuk bercita cita tinggi. “Adik-adik harus punya cita-cita tinggi dan berusaha lebih giat. Walaupun nanti cita cita kalian ditentukan oleh Allah. Yang penting sudah ikhtiar,” ujar Toupik dalam sambutannya.

Sementara itu, Ketua Rumah Zakat Medan, Yunus mengapresiasi kegiatan yang diadakan oleh Kanwil DJBC Sumut. Ia juga berharap acara tersebut dapat menginspirasi siswa SD Juara. “Acara inspirasi ini semoga memberi banyak ilmu pengalaman yang bisa diberikan kepada rumah zakat. Kita berdoa agara anak-anak di SD Juara bisa menjadi juara dan bisa membanggakan bangsa dan negara,” ungkap Yunus.

Kegiatan diawali dengan atraksi anjing pelacak unit K-9 Kanwil DJBC Sumatera Utara. Para siswa terlihat asyik menyaksikan anjing yang bernama Hector tersebut menunjukkan kemampuannya mendeteksi barang terlarang. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan singkat tentang tugas dan fungsi Kementerian Keuangan dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Kegiatan diakhiri dengan buka puasa bersama dan foto bersama para pegawai Kanwil DJBC Sumut dengan para siswa dan guru SD Juara Rumah Zakat Medan. Toupik Kurrohman sebagai Pembina kegiatan yang mewakili Kepala Kanwil DJBC Sumut memberikan bingkisan kepada para siswa dan dana santunan dari Kanwil DJBC Sumatera Utara kepada Rumah Zakat Medan.  (Riz)

Kakanwil DJBC Sumut Menandatangani MoU dalam Rangka P4GN

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Sumatera Utara, Oza Olavia menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Tim Interdiksi Terpadu di Bandar Udara dan Pelabuhan Laut dalam rangka Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di wulayah Provinsi Sumatera Utara pada Selasa, 7 Mei 2019 di Aula Catur Prasetya Lantai IV Polda Sumut.

Dalam sambutannya, Oza Olavia menyampaikan bahwa beberapa waktu yang lalu Bea Cukai Sumut bersama Kepolisian telah berhasil melakukan penegahan narkotika di Bandara Kualanamu. Sementara itu, dibutuhkan usaha lebih untuk mengamankan wilayah perairan Indonesia khususnya pesisir pantai timur Sumatera Utara. Oleh karena itu dibutuhkan kerjasama dari banyak pihak terkait untuk mengamankan wolayah Sumatera Utara dari peredaran narkotika.

Adanya nota kesepahaman tersebut bertujuan untuk meningkatkan koordinasi dan kerjasama strategis dalam rangka pelaksanaan Tim Interdiksi Terpadu Pelabuhan Laut dan Udara dalam upaya pemberantasan peredaran gelap narkotika. Dalam Nota Kesepahaman tersebut, pihak-pihak terkait diharapkan dapat saling tukar informasi terkait peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika.

Nota Kesepahaman tersebut turut ditandatangani oleh Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Utara, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Utara, Executive General Manager PT Angkasa Pura II (Persero), Kakanwil Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sumatera Utara, Kepala Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Medan, Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Belawan, Kepala Balai Besar Krantina Pertanian Kelas II Medan, Kepala Syahbandar Belawan, dan Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah II.

Dengan adanya Nota Kesepahaman ini diharapkan dapat meningkatkan efektifitas pemberantasan narkotika dan prekursor narkotika di wilayah Provinsi Sumatera Utara.

Bakti Paskah Kanwil DJBC Sumatera Utara

Keluarga Besar Kristen Bea Cukai Sumatera Utara (Sumut) merayakan Paskah, Kamis, 25 April 2019. Perayaan Paskah dirayakan di Panti Asuhan Putri Evangeline Booth yang terletak di Jalan Samanhudi No. 27, Medan.

Perayaan Paskah tahun ini diikuti oleh pegawai Kristiani dari Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara, KPPBC TMP Belawan, KPPBC TMP B Medan, KPPBC TMP B Kualanamu, dan 49 orang anak Panti Asuhan Putri Evangeline Booth. Kebaktian Paskah merupakan agenda rutin yang diadakan oleh Bea Cukai Sumut.

Perayaan Paskah dengan tema “Kebangkitan yang Menghidupkan dan Membebaskan” berlangsung dengan hikmat. Selain Perayaan Paskah, Bea Cukai Sumut juga melakukan Bakti Paskah. Bakti Paskah yang dilakukan dengan pemberian sumbangan ke panti asuhan berupa sembako, perbaikan inventaris, serta sumbangan materi yang diperoleh dari pemberian sukarela seluruh pegawai Kristiani Bea Cukai Sumut.

Melalui kegiatan ini, diharapkan Pegawai dapat lebih memaknai kebangkitan Sang Juru Selamat umat manusia sehingga dapat memberi dampak yang baik bagi diri sendiri, keluarga, serta negara, khususnya untuk instansi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Page 1 of 2
1 2