PATEN KALI Sabet Juara 1 Festival Musik Bea Cukai 2019

Dalam rangka Hari Bea Cukai ke-73, Bea Cukai Sumatera Utara turut berpartisipasi dalam acara Festival Musik Bea Cukai 2019 yang bertempat di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Senin (30/9). Mengirimkan enam perwakilan pegawai dari kantor-kantor di Sumatera Utara yang tergabung dalam band PATEN KALI, Bea Cukai Sumatera Utara berhasil membawa pulang gelar juara 1 Festival Musik Bea Cukai 2019.

Penampilan 20 band dari kantor-kantor Bea Cukai dari berbagai wilayah ini dinilai oleh tiga orang juri yaitu Sandy Canester, Gugun Blues Shelter, dan Wanda Omar. Band PATEN KALI yang beranggotakan Gading Stephanus L Tobing (KPPBC TMP B Medan), Benni Daniel Sihite (Kanwil DJBC Sumut), Nico Ady Hasiholan Rajagukguk (Kanwil DJBC Sumut), Jerry Nelson (KPPBC TMP Belawan), Rhiya Kristi Deborah Siagian (KPPBC TMP B Kualanamu), dan Rizky Afrialdo Sihotang (Kanwil DJBC Sumut) membawakan sebuah lagu wajib berjudul Bea Cukai Kebanggan Kita serta lagu pilihan berjudul Kau dari Tfive.

Penyerahan penghargaan juara 1 pada band PATEN KALI diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai tanggal 2 Oktober 2019 pada upacara Hari Bea dan Cukai ke-73. Disusul oleh band SENANDUNG SEMAMBUNG dari Kantor Wilayah DJBC Jawa Timur I dan Juanda Music Club pada posisi ke-2 dan CMC PRIOK dari Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Priok pada posisi ke-3. Tidak hanya itu, Rhiya Kristi Deborah Siagian dari KPPBC TMP B Kualanamu juga memperoleh penghargaan vokalis terbaik dalam Festival Musik Bea Cukai 2019.

Lokakarya Pembuktian Pidana Kepabeanan dan Cukai serta TPPU di Kanwil BC Sumut

Dalam rangka meningkatkan kompetensi pegawai khususnya terkait dengan penyidikan di bidang kepabeanan dan cukai dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai  (DJBC) mengadakan Lokakarya Pembuktian Perkara Pidana di Bidang Kepabeanan dan Cukai serta Tindak Pidana Pencucian Uang. Diikuti oleh para Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Bea dan Cukai dan pelaksana administrasi penyidikan DJBC dari satuan kerja di seluruh wilayah Indonesia, lokakarya ini dilaksanakan tanggal 27 ­­– 29 Agustus 2019 di Aula Kantor Wilayah (Kanwil) DJBC Sumatera Utara, Jalan P. Diponegoro No. 30A, Gedung Keuangan Negara Medan.

Lokakarya ini diisi oleh para narasumber yang kompeten di bidangnya, baik dari internal maupun Eksternal DJBC. Untuk narasumber internal diisi oleh Seksi Penyidikan II Direktorat Penindakan dan Penyidikan Kantor Pusat DJBC, Agoes Widodo, dan narasumber eksternal diisi oleh Akademisi Universitas Sumatera Utara (USU), Prof. Dr. Edi Warman, S.H., M.Hum., Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Defid Tri Rizky, serta tim Kejaksaan Agung, Freddy Runtu, S.H.; Robert H. Panjaitan, S.H., M.H.; Henddy Heddyanto Senjaya, S.H., M.Hum. Dalam sambutannya, Kepala Kanwil DJBC Sumatera Utara, Oza Olavia, mengatakan bahwa lokakarya ini sangat baik untuk peningkatan kualitas SDM Bea Cukai, serta sebagai sarana bertukar pikiran dan penyamaan visi. “Harapan saya agar dapat tumbuh semangat menyidik dan memberikan upaya lebih dalam pembuktian perkara,” ujar Oza.

PPNS Bea Cukai diharuskan untuk dapat menyimpulkan bahwa suatu perkara itu termasuk dalam perkara pidana atau perdata dan mampu menyuguhkan bukti-bukti yang faktual dengan kelengkapan administrasi yang harus disusun dengan rapi oleh pelaksana administrasi penyidikan DJBC. Dengan demikian berkas perkara dapat dilipahkan ke kejaksaan bersama dengan alat-alat buktinya. Sedangkan untuk TPPU masih jarang dikaitkan dalam pelanggaran kepabeanan dan cukai. Kurangnya pengalaman penyidik tentang penanganan kasus TPPU dan sulitnya pembuktian keterkaitan kasus menjadi alasan utamanya. Oleh sebab itu dalam lokakarya ini mulai diperkenalkan TPPU pada PPNS Bea dan Cukai dan pelaksana administrasi penyidikan DJBC.