Workshop Mendorong Ekspor Sumatera Utara ke Amerika Selatan dan Australia

Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara, Oza Olavia menjadi narasumber di acara workshop yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Medan, 03/02. Tujuan workshop tersebut untuk menstimulasi ekspor dari Sumatera Utara ke Amerika Selatan dan Australia. Workshop dihadiri oleh Irwan Sinaga (Asiten Deputi Kerja Sama Ekonomi Amerika dan Pasifik), Nina Damajanti (Kasubdit Asia Tenggara dan Pasifik Direktorat Perundingan Bilateral), Ir. Ganef Judawati, MIM (Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan RI) dan Nugroho Kusumowibhowo (Direktur Eksekutif LPEI). Dalam workshop tersebut, Oza Olavia menyampaikan peran DJBC dalam mendorong ekspor Sumatera Utara ke Amerika Selatan dan Australia.

                Kepada para peserta workshop yang terdiri dari eksportir yang ada di Sumatera Utara ia menjelaskan empat fungsi DJBC. “DJBC memiliki empat fungsi yaitu, community protector, trade facilitator, industrial assistance, dan revenue collector. Terkait dengan peningkatan ekspor, DJBC sudah melakukan simplifikasi, percepatan pelayanan, integrasi prosedur, pemberian fasilitas kepabeanan dan penurunan biaya logistik.  “Petugas kami siap melayani ekspor kapan saja, 24 jam dalam 7 hari, kapan pun Anda membutuhkan,” ujar Oza. Ia juga menambahkan bahwa para eksportir dapat memanfaatkan fasilitas kepabeanan yang diberikan oleh DJBC. “Fasilitas kepabeanan yang kami berikan seperti Kawasan Berikat, KITE Pembebasan (Kemudahan Impor Tujuan Ekspor), KITE IKM, dan Pusat Logistik Berikat (PLB) dapat dimanfaatkan untuk mendorong ekspor,” ujar Oza.

                Dalam acara tersebut, Kasubdit Asia Tenggara dan Pasifik dari Direktorat Perundingan Bilateral Kementerian Perdagangan, Nina Damajanti mengungkapkan adanya potensi pasar ekspor di negara Chile. Berkat adanya perjanjian IC-CEPA (Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement) yang berlaku sejak Agustus 2019, beberapa produk Indonesia mendapat tarif bea masuk 0% di pasar Chile. Produk-produk tersebut antara lain produk pertanian (kelapa sawit, teh, kopi, pisang, sarang burung wallet, sayur, dan buah tropis), produk perikanan (tuna, lobster, udang, kepiting, ubur-ubur dll) dan produk manufaktur (alas kaki, ban, tekstil, perhiasan, peralatan militer, dll).

                Untuk benua Australia, menurut paparan Nina Damajanti saat ini terdapat beberapa komoditi yang menjadi tren pertumbuhan produk impor Australia terhadap dunia. Produk-produk seperti rokok, alkohol, polyhydric, glycerol, sarang burung, coconut oil, fillet dan daging ikan sedang menjadi tren pertumbuhan impor di Australia. Tren pertumbuhan impor barang-barang tersebut menunjukkan bahwa produk ekspor Sumatera Utara dapat membuka pasar baru yang lebih luas ke Australia.

                Diharapkan dengan adanya workshop tersebut dapat menstimulasi para pelaku ekspor di Sumatera Utara untuk memanfaatkan peluang ekspor ke Amerika Selatan dan Australia.

TINGKATKAN PEMAHAMAN TERHADAP PERATURAN, KANWIL BC SUMUT ADAKAN SOSIALISASI

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kanwil DJBC) Sumatera Utara mensosialisasikan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 39 Tahun 2019 pada Rabu, 6 November 2019 bertempat di Aula B Gedung Keuangan Negara Medan. PP nomor 39 Tahun 2019 merupakan perubahan PP nomor 28 Tahun 2008 tentang Pengenaan Sanksi Administrasi Berupa Denda di Bidang Kepabeanan.

Sosialisasi tata cara perhitungan sanksi administrasi berupa denda di bidang kepabeanan ini dihadiri oleh perusahaan importir di lingkungan Kanwil DJBC Sumatera Utara dan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para importir terkait peraturan di bidang kepabeanan dan cukai.

Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Sumatera Utara, Mathias Buluama memberikan sambutan sekaligus menyapa para importir. “Acara ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman saudara sekalian terkait pengenaan sanksi administrasi agar kedepannya tidak terjadi kesalahpahaman dengan para petugas bea cukai,” ujar Mathias.

Sosialisasi tersebut disampaikan oleh Kepala Seksi Pemeriksaan Kanwil DJBC Sumatera Utara, Eko Herlambang Prasetyo. Dalam pemaparannya, disampaikan bahwa ada dua substansi perubahan utama dalam peraturan tersebut. Pertama yaitu layering denda yang sebelumnya terdapat 5 menjadi 10 layering denda dari 100% hingga 1000%. Kedua, terdapat perubahan di pasal 6 yang menekankan dasar pengenaan denda sehingga diharapkan tidak terjadi multi tafsir.

Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab terkait peraturan tersebut yang disambut antusias oleh para importir.  PP tersebut sudah diberlakukan mulai tanggal 15 Juli 2019. Melalui perubahan ini diharapkan memberikan asas keadilan dan kepastian hukum bagi para pelaku usaha. 

PKL Mahasiswa Prodip I Kepabeanan dan Cukai PKN STAN 2019

Sebanyak  11 mahasiswa dari Program Diploma I Kepabeanan dan Cukai Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN melaksanakan presentasi laporan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara pada Kamis, 15 Agustus 2019. Para mahasiswa tersebut telah melaksanakan PKL sejak tanggal 22 Juli 2019 di Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara.

Presentasi laporan dilakukan di depan Kepala Sub Bagian Kepegawaian, Aji Kundoyo, Kepala Seksi Kepatuhan Pelaksanaan Tugas Pelayanan, Toupik Kurrohman, dan Kepala Seksi Perijinan dan Fasilitas Kepabeanan dan Cukai II, Derry Arifin. Selama masa PKL para mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu yang di dapat selama kuliah dan mendapat pengalaman bekerja.

Dalam masa PKL, mahasiswa dibagi menjadi empat kelompok dan tiap kelompok secara bergiliran menempati satu bidang/bagian selama tiga hari. Kedatangan mereka mendapatkan respon positif dari para pegawai Kanwil DJBC Sumatera Utara karena sangat membantu pekerjaan para pegawai. Melalui kegiatan PKL, mahasiswa diharapkan dapat membuka pikiran untuk menambah wawasan dengan ide-ide baru yang lebih kreatif dan positif.

“Terima kasih kepada para pejabat dan para senior yang ada di Kanwil DJBC Sumut, karena selama PKL disini kami mendapatkan banyak manfaat yang akan kami pergunakan di dunia kerja kami nanti,” ujar Irsyad Maulana selaku koordinator mahasiswa PKL.

Majukan Industri Dalam Negeri, BC Sumut Terbitkan Izin KITE Pengembalian

Dalam rangka meningkatkan daya saing industri dalam negeri, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kanwil DJBC) Sumatera Utara menerbitkan izin fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) Pengembalian pertama di Sumatera Utara. Hal ini sejalan dengan fungsi Bea Cukai yaitu sebagai Trade Facilitator dan Industrial Assistance. Izin fasilitas KITE Pengembalian ini diberikan kepada PT Anugerah Samudera Hindia di Kanwil DJBC Sumatera Utara, Gedung Keuangan Negara Medan, Senin 28 Mei 2019.

Fasilitas KITE Pengembalian adalah salah satu fasilitas fiskal yang ditawarkan oleh Bea Cukai. Dengan adanya fasilitas ini, perusahaan yang melakukan importasi bahan baku untuk kemudian diolah menjadi barang jadi dengan berorientasi ekspor, akan dikembalikan bea masuk atas importasi bahan bakunya sebesar barang jadi yang diekspor. Hal ini tentunya dapat mengurangi biaya serta meningkatkan daya saing perusahaan dalam negeri di pasar internasional.

PT Anugerah Samudera Hindia yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Pondok Batu, Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Utara berdiri sejak tahun 2002. Perusahaan yang telah lama melakukan kegiatan ekspor impor ini merupakan perusahaan pengolahan ikan tuna dengan produk Frozen Precooked Tuna Loins. Ikan tuna PT Anugerah Samudera Hindia yang diolah oleh hampir 1000 orang tenaga kerja lokal ini telah diekspor ke Eropa, Afrika Utara, Timur Tengah, dan Asia.

Marketing Manager PT Anugerah Samudera Hindia, Jimmy Chandra, mengungkapkan rasa terimakasih atas pelayanan yang tepat waktu dan penetapan keputusan yang sangat cepat. “Kami berharap dengan adanya fasilitas KITE Pengembalian ini, fasilitas dan kapasitas produksi serta devisa ekspor kita akan berkembang pesat,” ujar Jimmy. (dit)