BNN dan BC Musnahkan 6 Kg Sabu

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sumatera Utara bersama dengan Badan Narkotik Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara memusnahkan barang bukti Narkotika Psikotropika dan Prekursor (NPP), Selasa, 6 Agustus 2019. Adapun barang bukti yang dimusnahkan berupa sabu-sabu (methamphetamine) seberat 6.000 gram (6 kg) serta pil ekstasi yang berjumlah 1000 butir.

Bertempat di halaman kantor BNNP Sumatera Utara, pemusnahan tersebut disaksikan oleh jajaran Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut), dan sejumlah perwakilan institusi lainnya. Pemusnahan seluruh barang bukti tersebut dilakukan dengan cara dimasukkan ke dalam mesin khusus pembakar/pemusnah narkoba yang diletakkan di dalam sebuah mobil milik BNN dan berlangsung secara singkat.

“Barang haram yang kita musnahkan tersebut dapat menyelamatkan anak bangsa setidak-tidaknya 34.000 orang”, kata Kepala BNNP Sumut Brigjend Polisi Atrial. “Narkotika tersebut diselundupkan oleh empat tersangka, yakni dua warga Malaysia dan dua warga Indonesia”, tambahnya.

Sebelum dimusnahkan, seluruh NPP tersebut ditangkap di perairan utara Gosong, Sigunaguna, Serdang Bedagai oleh petugas patroli Kanwil Bea Cukai Sumut. Penangkapan narkoba tersebut berawal dari informasi yang disampaikan oleh masyarakat bahwa dua warga Malaysia berinisial YBL (55) dan OCP (56), membawa 6 kg sabu dengan menggunakan perahu cepat di perairan Utara Gosong Siguna-guna, Selat Malaka. Keduanya kemudian ditangkap patroli Bea Cukai pada Senin, 1 Juli, sekitar pukul 23.00 WIB. Sedangkan dua warga Indonesia, AV (32) dan SR (29), ditangkap setelah pengembangan kasus oleh BNNP Sumut.

AV dan SR ditangkap BNNP Sumut ketika sedang mengedarkan narkoba tersebut di Medan. Setelah mengamankan AV, kemudian istrinya, RS, datang secara sukarela dan ikut diamankan oleh petugas BNNP Sumut. Hingga kini, dilaporkan bahwa tersangka OCP bertugas sebagai nakhoda, sedangkan YBL bertugas untuk menyiapkan dan mengatur serah terima barang di laut. Narkoba itu dibawa dari Pantai Kualau Kurau Perak, Malaysia atas perintah Mr. X yang berada di Malaysia.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Pasal 112 ayat (2) serta Pasal 132 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman maksimal hukuman mati.

Workshop, Evaluasi CEISA & Implementasi digital workspace DJBC (MY CEISA)

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sumatera Utara mengadakan Workshop, Evaluasi CEISA & Implementasi digital workspace DJBC (MY CEISA) pada tanggal 1-2 Agustus 2019 yang bertempat di Aula Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara.

Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara, Oza Olavia, Dalam sambutannya Oza menyampaikan bahwa DJBC akan menghadapi tantangan ke depan seperti perkembangan teknologi informasi yang cepat. “Teknologi informasi sebegitu luasnya dan transformasi sistem IT DJBC menjawab revolusi industri yang semakin berkembang. Saya berharap yang hadir disini dapat memahami apa yang disampaikan pemateri dan yang hadir ini berkewajiban menyampaikan ke unit masing-masing, sehingga secara keseluruhan pegawai DJBC bisa memahami perkembangan teknologi informasi,” ujar Oza.

Dan dilanjutkan dengan penjelasan oleh Kepala Subdirektorat Pelayanan Data, Sarwo Edi Teguh Widodo, dan tim dari Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai. Acara ini dihadiri oleh para pejabat/ pegawai di lingkungan Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara.

Dalam menghadapi perkembangan teknologi dan informasi yang semakin pesat, DJBC langsung bergerak dengan mengembangkan sistem-sistem yang dimilikinya, salah satunya yaitu Customs and Excise Information System and Automation (CEISA). CEISA adalah salah satu aplikasi sistem automasi yang dimiliki oleh DJBC untuk mengintegrasikan seluruh layanan yang dapat diakses oleh pengguna jasa kapanpun, dimanapun berada dengan koneksi internet. Kali ini, CEISA hadir dengan versi terbarunya yaitu CEISA 4.0 yang lebih canggih dari pada CEISA versi-versi sebelumnya.

DJBC meluncurkan berbagai inovasi seperti myceisa. Yaitu aplikasi yang dapat diakses melalui smartphone. Andoid user dapat mendownloadnya di playstore, namun bagi pengguna iphone aplikasi belum tersedia di appstore. Cara penggunaannya pun terbilang mudah hanya perlu mendownload dan menginstall di smartphone. Selain itu CEISA Chatbot yang dapat diakses melalui telegram. CEISA Chatbot merupakan sebuah program yang dirancang untuk mensimulasikan percakapan intelektual dengan satu atau lebih manusia baik secara audio maupun teks. dan CEISA Office yang mempermudahkan pekerjaan seperti disposisi surat.

BC Sumut Bina Perusahaan KB

Dalam rangka bulan penegakan IT Inventory di Kawasan Berikat (KB), Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sumatera Utara mengundang perwakilan dari beberapa perusahaan yang belum mengaplikasikan IT Inventory sesuai aturan yang berlaku, Jumat (26/07). Bertempat di Aula Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara, acara ini dikemas dengan konsep kelas bimbingan.

IT Inventory dalam bea cukai dapat diartikan sebagai suatu sistem informasi yang dirancang, dibangun, dan digunakan oleh perusahaan guna mengadministrasikan persediaan barang, dalam hal ini barang yang dimaksud adalah barang-barang impor yang menggunakan fasilitas KB. Produk akhir dari sistem ini adalah laporan pemasukan, pemakaian, dan pengeluaran barang ber-fasilitas.

Ketentuan mengenai keharusan bagi setiap pengguna fasilitas KB untuk menggunakan IT Inventory telah telah diatur sejak Mei 2014 dalam PER-09/BC/2014 tentang Penerapan Sistem Informasi Persediaan Berbasis Komputer pada Perusahaan Pengguna Fasilitas Pembebasan, Pengembalian, dan Tempat Penimbunan Berikat, Serta Kerahasiaan Data dan/atau Informasi oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Banyaknya perusahaan yang masih menggunakan sistem pembukuan selain IT Inventory yang dipersyaratkan menjadi dasar dari bulan pembinaan dan penegakan IT Inventory ini.

Sebelas perusahaan penerima fasilitas KB yang masuk kategori belum memenuhi kriteria ini dibina oleh Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai, Mathias Buluama dan Para Kepala Seksi Perijinan dan Fasilitas. Dimulai dengan pemaparan aturan-aturan, tanya jawab, hingga konsultasi. Perwakilan perusahaan terlihat antusias dan dapat menyatakan kendala-kendala perusahaannya dalam memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan bea cukai.

Dalam paparannya, Mathias Buluama, mengatakan bahwa ini semua bukan untuk mempersulit, melainkan untuk mempermudah pengusaha itu sendiri dalam pembukuan perusahaannya. “Banyak yang harus kami awasi, salah satunya adalah barang yang bernilai besar yang diberi fasilitas fiskal yang berada di KB bapak ibu sekalian. Merupakan sebuah tanggung jawab, karena negara telah memberikan kemudahan ini untuk perusahaan, saya harap agar dipatuhi aturannya,” ujar Mathias.

Dukung Industri Dalam Negeri, BC Hadiri Ekspor Raya Komoditas Perikanan

Dalam rangka memperingati Bulan Bakti Karantina dan Mutu Hasil Perikanan Tahun 2019, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sumatera Utara dan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean Belawan hadiri Ekspor Raya Komoditas Perikanan di Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Medan II, Belawan, Jumat (19/7).

Peringatan Bulan Bakti Karantina dan Mutu Hasil Perikanan Tahun 2019 ini diselenggarakan di Lima Pelabuhan Utama. Kelima pelabuhan tersebut adalah Tanjung Priok, Belawan, Tanjung Perak, Tanjung Mas, dan Soekarno Hatta. Acara yang tersambung melalui konferensi video ke empat pelabuhan lain ini dihadiri oleh Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Menteri Keuangan yang diwakili oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai, dan Kepala BKIPM KKP di Pelabuhan Tanjung Priok.

Peringatan Bulan Bakti Karantina dan Mutu Hasil Perikanan Tahun 2019 di Belawan turut mengundang pelaku ekspor dan pengolah di bidang perikanan. Sebanyak sebelas kontainer dengan periode ekspor mulai dari tanggal 19 sampai dengan 23 Juli berhasil dikumpulkan untuk memeriahkan ekspor raya ini. Kedepannya DJBC dan BKIPM akan terus meningkatkan sinergi untuk menjadi lebih baik, tidak hanya mempercepat proses ekspor, sinkronisasi Pemberitahuan ekspor Barang (PEB) dan Health Certificate pun akan segera dilakukan pada Indonesia Nasional Single Window (INSW).

Pada kesempatan ini, Kepala BKIPM Medan II, Edi Santoso, menyebutkan bahwa mungkin Belawan merupakan bagian kecil dari ekspor perikanan, namun eksistensi dan pelayanan yang ditawarkan sudah berbasis digital dan akan semakin membaik dari waktu ke waktu. “Diharapkan semua rekan rekan pelaku usaha dalam melakukan usaha dalam melaksanakan produk perikanannya selalu bersumber dari penangkapan yang ramah lingkungan dan juga tidak merupakan produk-produk perikanan yang dilindungi atau dilarang,” ujar Edi.

BC Kanwil Sumut adakan P2KP Identifikasi Keaslian Pita Cukai

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai ( Kanwil DJBC) Sumatera Utara kembali menyelenggarakan Program Pembinaan Keterampilan Pegawai (P2KP) yang diperuntukan bagi seluruh pejabat/pegawai di lingkungan Kanwil DJBC Sumatera Utara pada Rabu, 19 Juni 2019 bertempat di aula Gedung Keuangan Negara Medan Unit II Lt. VI.

Kegiatan P2KP kali ini membahas tentang identifikasi keaslian pita cukai, yang dibawakan oleh Tomy Irsan, selaku Kepala Seksi Penindakan II bersama dengan Dedy Sianipar, pelaksana Bidang Penindakan dan Penyidikan.

Pada sesi pertama, Tomy Irsan memaparkan mengenai urgensi identifikasi pita cukai, dengan menilik kembali histori penerimaan cukai dari tahun ke tahun mengalami peningkatan serta target mengenai rokok ilegal yang rencananya akan ditekan sampai 3% pada tahun 2019. Selain itu, dijelaskan juga tentang jenis pelanggaran dan sanksi terkait barang kena cukai hasil tembakau ilegal.

Tomy Irsan mengungkapkan bahwa masih kerap ditemukannya rokok ilegal atau tanpa dilekati pita cukai di Wilayah Sumatera Utara.  “Kami akan terus berupaya melakukan penekanan terhadap peredaran rokok ilegal, yang mana masih sering kami temukan” ujarnya.

Selanjutnya, Dedy Sianipar menjelaskan bagaimana cara mengidentifikasi pita cukai desain 2019. Identifikasi pita cukai dapat dilakukan dengan dua tahap yaitu tahap awal dan tahap lanjut. Tahap awal dilakukan secara kasat mata dan menggunakan kaca pembesar. Sedangkan tahap lanjut dilakukan dengan lampu ultraviolet, holoreader, jarum, dan cairan kimia.

Diharapkan dengan adanya P2KP ini, dapat menambah pengetahuan pegawai dalam mengenali pita cukai yang legal sehingga dapat lebih optimal dalam melakukan penyuluhan dan pengawasan.

Page 3 of 4
1 2 3 4