Bea Cukai Sumut Kembali Gagalkan Penyelundupan 201.900 Batang Rokok Ilegal

Tim gabungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kanwil DJBC) Sumatera Utara bersama Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean C (KPPBC TMP C) Kuala Tanjung dan Detasemen Polisi Militer Komando Daerah Militer (Denpom Kodam) Bukit Barisan kembali menggagalkan upaya penyelundupan 201.900 batang rokok ilegal. Penindakan tersebut dilakukan di dua lokasi berbeda yaitu Kecamatan Tebing Syahbandar dan Kecamatan Bandar Khalifah, Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara pada Sabtu (21/09/2019).

“Awalnya, kami mendapat informasi dari masyarakat yang menyebutkan akan ada pembongkaran rokok illegal dari truk ke mobil minibus di daerah Kecamatan Tebing Syahbandar”, ujar Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil BC Sumut, Sodikin.

Mendapati informasi tersebut, petugas melakukan penyisiran sepanjang Jalan Lintas Sumatera. Kemudian, petugas menemukan sebuah rumah makan yang dijadikan sebagai tempat pemberhentian truk ekspedisi dan bongkar barang. Di parkiran belakang rumah makan tersebut petugas melihat aktifitas bongkar barang dalam karton warna coklat kedalam minibus Avanza dan Xenia. Selanjutnya petugas memeriksa truk dan dua mobil tersebut lalu menemukan 20 karton berisi 200.000 batang rokok ilegal bermerk Luffman.

Dari keterangan pemilik mobil minibus, diketahui rokok tersebut rencananya akan dijual ke daerah Pagurawan. Selanjutnya, petugas segera menuju ke lokasi dan melakukan pemeriksaan terhdap toko Gultom di dusun Juhar 2 dan toko Sutrisno di desa Sei Birung Kecamatan Bandar Khalifah. Dari hasil pemeriksaan dua toko tersebut petugas menemukan rokok tanpa pita cukai bermerk Luffman sebanyak 5 slop dan 45 bungkus yang berisi 1.900 batang.

Selanjutnya, petugas melakukan pemeriksaan terhadap ketiga tersangka masing-masing berinisial HG (pengemudi Avanza), BSD (pengemudi Xenia) dan AN (pengemudi truk). Sementara itu, total barang bukti sebanyak 201.900 batang rokok ilegal diamankan ke KPPBC TMP C Kuala Tanjung.

“Kerugian negara yang diakibatkan dari rokok ilegal tersebut diperkirakan mencapai 126 juta rupiah,” ungkap Sodikin.

Ketiga tersangka melanggar Pasal 54 Undang-Undang Nomo4 39 Tahun 2007 tetang Cukai, dan terancam pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan/atau pidana denda paling sedikit 2 (dua) kali nilai cukai dan paling banyak 10 (sepuluh) kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.

Kemenkeu Adakan Seminar E-commerce di Medan

Berkembangnya e-commerce serta semakin maraknya pemanfaatan financial technology di Indonesia, melatarbelakangi diadakannya “Seminar e-commerce di Era Ekonomi Digital: Peluang dan Tantangan” oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI), Selasa (17/9). Seminar yang ditujukan untuk perwakilan pegawai dari satuan kerja vertikal Eselon I Kemenkeu RI di Sumatera Utara ini dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sumatera Utara, Oza Olavia, di Ballroom Hotel J.W. Marriott, Medan.

Dengan diadakannya seminar ini diharapkan dapat membuka jembatan komunikasi antara sektor pemerintah –peranan kementerian keuangan– dan juga perspektif dari pelaku usaha mengenai tantangan dan juga peluang dari e-commerce. Narasumber dalam seminar ini adalah Public Colace and Government Relation Manager PT Dompet Anak Bangsa (Go-Pay), Novianti Nur Laili Khairina; Associate Vice President of Public Policy and Government Relation Bukalapak dan juga sebagai Kepala Divisi Ekonomi Digital E-commerce IDEA, Bima Laga; Kepala Pusdiklat Keuangan BPPK Kemenkeu; Tenaga Ahli Senior Bidang Perdagangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian; Kepala Subdirektorat Teknis Kepabeanan; Kepala Seksi Pertukaran Informasi Perpajakan Internasional I Dierktorat Jenderal Pajak.

Pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia terutama di bidang financial technology dan e-commerce ini merupakan hal yang relatif baru di Indonesia, sehingga mau tidak mau harus diikuti. Toko online (online shop) serta uang elektronik (electronic money) yang semakin masif dipergunakan, mengharuskan pegawai Kemenkeu RI untuk lebih paham dan mengerti betul mengenai celah-celah yang ada pada financial technology. Dengan dipahaminya celah-celah pada financial technology pegawai Kemenkeu diharapkan dapat mencari sektor dimana financial technology ini dapat dikembangkan dan dikelola dengan maksimal sehingga dapat menumbuhkan perekonomian masyarakat. Dalam sambutannya, Oza Olavia, menekankan bahwa perlu ada kerjasama yang jelas dari pemerintah kemudian dari pelaku bisnis. “Kita sebagai pemerintah akan selalu mendukung kegiatan perekonomian secara keseluruhan, memfasilitasi e-commerce di Indonesia. Dengan demikian masyarakat dapat memanfaatkan dengan maksimal era ekonomi digital ini,” ujar Oza.

Kepala Kanwil DJBC Sumut Buka Pertemuan Bea Cukai ASEAN

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sumatera Utara, Oza Olavia membuka acara Customs Enforcement and Compliance Working Group (CECWG) ke-26 di Hotel Adimulya, Medan, pada Selasa (27/08). CECWG merupakan forum kerja sama administrasi pabean di ASEAN yang bertugas merumuskan rencana strategis terkait penindakan dan kepatuhan di bidang kepabeanan.

CECWG juga bertanggung jawab untuk memantau implementasi Strategic Plan of Customs Development (SPCD) diantaranya SPCD 8 tentang Customs Post Clearance Audit (PCA), SPCD 9 tentang Customs Enforceement and Mutual Assistance dan SPCD 10 tentang PublicSecurity and Protection of the Society. Saat ini Indonesia juga merupakan Country Coordinator untuk SPCD 8 yang tanggungjawabnya dipegang oleh Direktorat Audit Kepabeanan dan Cukai.

Pertemuan ini dihadiri oleh delegasi bea cukai dari seluruh negara anggota ASEAN. Delegasi dari Indonesia diwakili oleh Kepala Subdirektorat Regional Imik Eko Putro, Fungsional Audit Heru Hardjanto Adi Pradopo, dan Kepala Seksi Penindakan Narkotika Junanto Kurniawan. Agenda pada pertemuan tersebut antara lain adalah pembahasan kasus-kasus yang berkaitan dengan PCA di antara negara-negara ASEAN, asistensi teknis PCA kepada negara anggota ASEAN, inisiatif pembangunan fasilitas pengembangbiakan anjing pelacak serta concept note study joint customs control.

Dalam sambutannya, Oza Olavia sangat menyambut baik kedatangan para delegasi. Ia juga menyampaikan beberapa penindakan yang telah dilakukan oleh Kanwil DJBC Sumatera Utara. “Di tahun 2019 kami telah melakukan penindakan terhadap berbagai upaya penyelundupan di antaranya penyelundupan rokok ilegal dari Vietnam dan penyelundupan narkotika dari Malaysia,” ujar Oza.

Oza Olavia juga meyakini bahwa pertemuan tersebut sangat bermanfaat bagi negara anggota ASEAN dalam hal meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam melakukan penindakan dan kepatuhan di bidang kepabeanan.

COFFEE MORNING PENGUSAHA TPB SUMUT

Medan – Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sumatera Utara menyelenggarakan Coffee Morning dengan perusahaan pengguna  fasilitas Tempat Penimbunan Berikat (TPB) pada hari Selasa (27/08) yang bertempat di Aula lantai VI Gedung Keuangan Negara Medan II. Acara ini dihadiri oleh perusahaan penerima fasilitas TPB di wilayah Sumatera Utara.

Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Sumatera Utara Mathias Buluama memberikan sambutan sekaligus menyapa para pengusaha TPB di wilayah Sumatera Utara, serta tim dari Direktorat Fasilitas Kepabeanan Kantor Pusat DJBC dan KPPBC Tipe Madya Pabean B Medan. “Kami mengundang bapak ibu sekalian agar lebih dekat dan lebih kenal. Karena sebagian perizinan berada di kantor wilayah, kami mohon masukan agar menjadi evaluasi bagi kami,” ujar Mathias.

Acara diawali dengan pemaparan tentang IT Inventory sub sistem menuju kriteria A dan B oleh Budi Kristanto Kepala Seksi Evaluasi dan Harmonisasi Kebijakan Fasilitas TPB Direktorat Fasilitas Kepabeanan Kantor Pusat DJBC, yang menginformasikan berbagai informasi terkait kriteria IT Inventory secara lebih rinci, seperti cara melakukan identifikasi kondisi IT Inventory yang digunakan oleh Perusahaan Kawasan Berikat. Acara dilanjutkan dengan tanya jawab yang ditanggapi antusias oleh para peserta.

Dalam acara coffee morning ini juga disisipkan pemaparan tentang pemberantasan pungutan liar oleh Bidang Kepatuhan Internal Kanwil DJBC Sumatera Utara, yang diwakili oleh Toupik Kurohman Kepala Seksi Kepatuhan Pelaksanaan Tugas Pelayanan Kanwil DJBC Sumatera Utara. Toupik menerangkan berbagai upaya yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan  dalam mencegah terjadinya penyimpangan dalam pelaksanakan tugas pelayanan kepada pengguna jasa. Sebagai contoh diluncurkannya Whistleblowing System Kementerian Keuangan sebagai wadah pelaporan apabila ditemukannya pungutan liar di Kementerian Keuangan.

Sinergi dan keterikatan yang erat diharapkan tetap dan terus terjalin dalam suasana kekeluargaan dan profesionalitas. Selain itu, terlaksananya kegiatan Coffee Morning diharapkan dapat meningkatkan kesadaran atas pemenuhan kewajiban serta berlakunya ketentuan yang mengatur proses bisnis para pengusaha TPB.

Penutupan DTU Kesamaptaan Angkatan I TA 2019 BDK Medan

Diklat Teknis Umum (DTU) Kesamaptaan merupakan diklat yang wajib diikuti oleh seluruh pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Jumat, 9 Agustus 2019, Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara yang diwakilkan oleh Kepala Bagian Umum Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara memimpin upacara penutupan DTU Kesamaptaan Angkatan I Tahun Anggaran 2019 BDK Medan di Lapangan Batalyon Komando 469 Paskhas, Jl. Garuda, Sari Rejo, Medan Polonia, Kota Medan, Sumatera Utara.

Sesuai dengan Nota Dinas Sekertariat Direktorat Jenderal nomor ND-1863/BC.01/2019 tanggal 20 Juni 2019 hal Pemanggilan Calon Peserta Pelatihan Teknis Kesamaptaan Angkatan I TA 2019 BDK Medan, DTU Kesamaptaan ini berlangsung dari tanggal 15 Juli sampai 9 Agustus 2019 dan diikuti oleh 55 pegawai dari unit kerja di lingkungan Kantor Wilayah DJBC Suatera Utara dan Kantor Wilayah DJBC Aceh.

Pegawai yang menjadi siswa DTU Kesamaptaan menerima pembelajaran baik teori maupun praktek di lapangan seperti peraturan baris berbaris, penghormatan, upacara, pengetahuan dan penggunaan senjata, olahraga militer, bela diri, dan kegiatan lainnya. Seluruh kegiatan yang dilakukan siswa DTU Kesamaptaan bertujuan untuk membentuk sikap pegawai DJBC, menguatkan fisik dan mental, serta memberikan pengalaman dididik oleh Tentara Nasional Indonesia yang nantinya akan berguna dalam menghadapi kejadian-kejadian tidak terduga di lapangan.

Dalam amanatnya, Kepala Bagian Umum Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara, Abdul Harris, mengatakan bahwa penting adanya DTU Kesamaptaan ini untuk mendidik mental dan fisik pegawai bea cukai. “Saya harap apa yang telah dipelajari di Batalyon Komando 469 Paskhas ini dapat dibawa dan dipraktekkan saat menjalanan tugas di kantor masing-masing,” ujar Harris.

Page 2 of 4
1 2 3 4