Seminar “Directive Coaching Skill for Effective Leadership Culture”

Admin/ October 9, 2019/ Keranjang Berita/ 0 comments

Pentingnya Sumber Daya Manusia (SDM) dalam organisasi, melatarbelakangi diadakannya Seminar “Directive Coaching Skill for Effective Leadership Culture” oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI). Seminar yang ditujukan untuk perwakilan pegawai dari satuan kerja vertikal Eselon I Kemenkeu RI di Sumatera Utara ini dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sumatera Utara, Oza Olavia, di Aula Lantai VI Gedung Keuangan Negara Unit II, Medan, Selasa (8/10).

Seminar “Directive Coaching Skill for Effective Leadership Culture” merupakan seminar nasional yang rutin dilakukan beberapa tahun terakhir oleh Pusdiklat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) di beberapa kota di Indonesia untuk pegawai Kementerian Keuangan. Seminar ini mengangkat tema sesuai current issue atau kebutuhan terkini. Untuk tahun 2019 ini tema yang diangkat adalah terkait “Directive Coaching“.

Dengan diadakannya seminar ini diharapkan dapat membentuk SDM yang kreatif, inovatif dan bersemangat untuk menginspirasi tim untuk bekerja sama, memecahkan masalah secara kreatif dan mencapai peningkatan yang luar biasa dalam produktivitas. Narasumber dalam seminar ini adalah Founder of HCI Elite Strategic Direction Coaching, Ikhwan Sopa.

Kompetensi sendiri dapat dipahami sebagai sebuah kombinasi antara keterampilan (skill), atribut personal, dan pengetahuan (knowledge) yang tercermin melalui perilaku kinerja (job behavior) yang dapat diamati, diukur dan dievaluasi. Dengan demikian, kompetensi tidak berhubungan secara langsung dengan kemampuan Intelektual (IQ) tetapi lebih banyak terkait dengan perilaku. Pegawai bisa saja memiliki keterampilan dan pengetahuan yang memadai untuk melakukan suatu pekerjaan, tetapi hal tersebut bukan jaminan bahwa mereka akan bekerja sesuai dengan kemampuannya tersebut. Pendekatan kompetensi menggali lebih jauh mengenai motif, watak dan konsep diri yang mendasari seseorang untuk dapat mempergunakan pengetahuan dan keterampilannya secara maksimal dalam bekerja.

Dalam sambutannya, Oza Olavia, menekankan bahwa soft kompetensi menjadi suatu hal yang sama pentingnya dengan hard kompetensi . “Kompetensi tidak bermanfaat apabila tidak dapat dibagikan kepada orang lain artinya hal ini menjadi sesuatu yang sangat penting. Saya berharap bahwa kita semua yang ada di kementerian keuangan memahami terkait kompetensi untuk masing-masing individu maupun jabatan,” ujar Oza.

Share this Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
*
*