Peringatan Hari Pabean Internasional ke-67

Humas Sumut/ January 30, 2019/ Keranjang Berita, Tak Berkategori/ 0 comments

Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara melaksanakan apel untuk memperingati Hari Pabean Internasional ke-67 di halaman Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Kualanamu pada hari Selasa, 29 Januari 2019.

Kegiatan apel diikuti oleh para Kepala Bidang, Kepala Bagian Umum, Pejabat Fungsional Pengawas Mutu Audit, para Kepala KPPBC, Kepala Balai Laboratorium Bea dan Cukai di lingkungan Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara dan para pegawai di KPPBC TMP B Kualanamu. Kegiatan apel dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara, Oza Olavia. Pada apel tersebut terdapat pemberian penghargaan kepada para pegawai terbaik dari setiap seksi di KPPBC TMP B Kualanamu.

Dalam apel tersebut, Oza Olavia selaku pejabat pembina apel menyampaikan amanat dari Direktur Jenderal Bea dan Cukai terkait tema Hari Pabean Internasional ke-67. “Kata ‘SMART’ selain memberi pesan DJBC harus “pandai”, namun SMART juga sebagai akronim prinsip-prinsip bagi para pemangku tugas di lintas batas, termasuk DJBC, untuk melaksanakan tugas fungsinya dengan prinsip Secure, Measureable, Automated, Risk-management based dan Technology driven.” ujar Oza dalam amanatnya memaparkan makna SMART sebagai tema Hari Pabean Internasional.

Sejarah WCO dimulai pada tahun 1947 ketika tiga belas pemerintah negara Eropa yang tergabung dalam Committee for European Economic Co-operation sepakat untuk membentuk kelompok inter-European Customs Unions yang berlandaskan prinsip-prinsip General Agreement on Tariffs and Trade (GATT). Pada tahun 1948, kelompok tersebut membentuk dua komite, yaitu: Economic Committee dan Customs Committee. Customs Committee inilah yang menjadi cikal bakal Customs Co-operation Council (CCC) yang diresmikan pada konvensi di Brussel (Belgia) pada 26 Januari 1953 dan dihadiri oleh 17 perwakilan negara Eropa. Pertemuan pertama pada tanggal 26 Januari itulah yang mendasari diresmikannya Hari Pabean Internasional. Seiring perkembangan zaman, pada tahun 1994 nama Customs Co-operation Council bertransisi menjadi World Customs Organization (WCO) untuk lebih menekankan taraf Internasional pada institusi antar pemerintah global ini. Saat ini, sebanyak 179 negara di dunia telah bergabung menjadi anggota dari World Customs Organization, termasuk Indonesia.

Share this Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
*
*