PATKOR KASTIMA Berantas Penyelundupan di Selat Malaka

Humas Sumut/ November 29, 2018/ Keranjang Berita, Tak Berkategori/ 0 comments

Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi (kedua dari kanan) memberikan keterangan pers kepada wartawan yang hadir pada acara Upacara Penutupan PATKOR KASTIMA ke-24 Tahun 2018

Rangkaian kegiatan Patroli Laut Terkoordinasi Kastam Indonesia dan Malaysia (PATKOR KASTIMA) ke-24 Tahun 2018 telah ditutup melalui upacara penutupan yang dilaksanakan di Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara di lapangan upacara Gedung Keuangan Negara Medan pada hari Rabu (28/11).

Upacara penutupan PATKOR KASTIMA dihadiri oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi dan Timbalan Ketua Pengarah Kastam, Dato’ Zulkifli bin Yahya bersama delegasi dari masing-masing instansi tersebut.

PATKOR KASTIMA merupakan bentuk sinergi kerjasama patroli laut antara Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dengan Jabatan Kastam Diraja Malaysia. Patroli bersama ini dilakukan untuk mengamankan kepentingan nasional antar kedua negara dari penyelundupan dan kepentingan regional di selat Malaka. Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi kepada wartawan mengatakan, “Tujuan kita bukan hanya untuk kepentingan Indonesia dan Malaysia, tapi juga untuk menyampaikan pesan kepada dunia bahwa Indonesia dan Malaysia siap untuk menjaga keamanan Selat Malaka dari penyelundupan.”

Pada patroli tahun ini, DJBC mengerahkan 17 kapal dan 267 ABK. Pelaksanaan patroli meliputi wilayah perairan Aceh, pesisir Timur Sumatera, Tanjung Balai Karimun hingga ke Batam.

Selama patroli berlangsung, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dan Jabatan Kastam Diraja Malaysia berhasil mengagalkan penyelundupan minyak mentah melalui kapal tanker, rokok illegal, dan minuman keras. Nilai total dari hasil tangkapan tersebut adalah sebesar 28,5 miliar rupiah.

Kedepannya kerjasama dalam bentuk patroli antara Indonesia dan Malaysia akan diperkuat dengan joint taskforce untuk melakukan pengawasan di perbatasan darat sepanjang Kalimantan dengan Serawak dan Sabah. Wilayah perbatasan tersebut merupakan wilayah yang rawan penyelundupan barang illegal termasuk yang sangat berbahaya adalah penyelundupan narkotika. “Kami sudah menempatkan beberapa unit K-9 di wilayah perbatasan tersebut untuk memudahkan petugas dalam melakukan pengawasan.” ujar Heru. K-9 merupakan unit anjing pelacak yang memiliki keahlian dalam mendeteksi narkotika.

Kegiatan ini akan terus dilanjutkan untuk memastikan bahwa laut Selat Malaka adalah laut yang aman dari penyelundupan. Dengan adanya kerjasama dari kedua belah pihak, diharapkan akan semakin mempersulit penyelundupan yang merugikan kedua Negara sehingga tercipta iklim yang kondusif di Selat Malaka sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran kedua negara.

Selain melakukan patroli bersama dengan Malaysia, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tentunya melakukan patroli reguler sepanjang tahun 2018. Heru Pambudi mengungkapkan, “Melalui patroli reguler yang telah dilaksanakan sepanjang 2018, DJBC telah menangkap sebanyak 186 kasus dengan total nilai 5,6 triliun rupiah.” Hasil tersebut 20 kali lipat lebih besar dari hasil patroli pada tahun 2016 dan 10 kali lipat dari hasil patroli pada tahun 2017.

Share this Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
*
*