TINGKATKAN PEMAHAMAN TERHADAP PERATURAN, KANWIL BC SUMUT ADAKAN SOSIALISASI

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kanwil DJBC) Sumatera Utara mensosialisasikan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 39 Tahun 2019 pada Rabu, 6 November 2019 bertempat di Aula B Gedung Keuangan Negara Medan. PP nomor 39 Tahun 2019 merupakan perubahan PP nomor 28 Tahun 2008 tentang Pengenaan Sanksi Administrasi Berupa Denda di Bidang Kepabeanan.

Sosialisasi tata cara perhitungan sanksi administrasi berupa denda di bidang kepabeanan ini dihadiri oleh perusahaan importir di lingkungan Kanwil DJBC Sumatera Utara dan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para importir terkait peraturan di bidang kepabeanan dan cukai.

Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Sumatera Utara, Mathias Buluama memberikan sambutan sekaligus menyapa para importir. “Acara ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman saudara sekalian terkait pengenaan sanksi administrasi agar kedepannya tidak terjadi kesalahpahaman dengan para petugas bea cukai,” ujar Mathias.

Sosialisasi tersebut disampaikan oleh Kepala Seksi Pemeriksaan Kanwil DJBC Sumatera Utara, Eko Herlambang Prasetyo. Dalam pemaparannya, disampaikan bahwa ada dua substansi perubahan utama dalam peraturan tersebut. Pertama yaitu layering denda yang sebelumnya terdapat 5 menjadi 10 layering denda dari 100% hingga 1000%. Kedua, terdapat perubahan di pasal 6 yang menekankan dasar pengenaan denda sehingga diharapkan tidak terjadi multi tafsir.

Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab terkait peraturan tersebut yang disambut antusias oleh para importir.  PP tersebut sudah diberlakukan mulai tanggal 15 Juli 2019. Melalui perubahan ini diharapkan memberikan asas keadilan dan kepastian hukum bagi para pelaku usaha. 

SATU HARI MENGAJAR SELAMANYA MEMBERI ARTI

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyelenggarakan program Kemenkeu Mengajar ke-4 yang dilaksanakan serentak diberbagai Kota di Indonesia, salah satunya digelar di Kota Medan pada tanggal 4 November 2019. Kemenkeu Mengajar adalah program yang dilakukan secara nasional oleh relawan yang berasal dari para pegawai Kementerian Keuangan diseluruh Indonesia dengan biaya yang dikeluarkan berasal dari pribadi masing-masing. Dalam acara tersebut, para siswa diberikan pengenalan tentang peran Kementerian Keuangan dalam upaya menjaga ekonomi negeri dan memperkenalkan profesi yang ada di Kementerian Keuangan serta mengajarkan nilai-nilai di Kementerian Keuangan. Acara tersebut dilakukan berdekatan dengan peringatan Hari Oeang Republik Indonesia yang dilakukan setiap tanggal 30 Oktober.

Tak mau ketinggalan, Oza Olavia selaku Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kanwil DJBC) Sumatera Utara juga hadir dalam acara ini. Oza juga turut serta dalam kegiatan belajar mengajar dengan para siswa. Beberapa Pejabat/Pegawai yang berasal dari berbagai instansi dibawah Kementerian Keuangan turut Ikut berpartisipasi menjadi salah satu pengajar dan relawan pada acara Kemenkeu Mengajar 4 yang dilaksanakan di SDN 060966, SDN 060967, SDN 060968 dan SDN 068009 Kecamatan Medan Kota Belawan.

Kemenkeu Mengajar 4 diikuti secara serentak oleh 3.700 ASN Kemenkeu di seluruh Indonesia, dilaksanakan di 61 kota, 29 provinsi, dan 159 SD serta menyentuh lebih dari 47.794 murid SD mengikuti kegiatan ini.

Acara dimulai dengan Upacara Bendera, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil Ditjen PBN) Provinsi Sumatera Utara, Tiarta Sebayang selaku pembina upacara pada SDN 060966, SDN 060967, SDN 060968 dan Kepala Kanwil DJBC Sumatera Utara, Oza Olavia selaku pembina upacara pada SDN 068009. Oza mengucapkan terima kasih kepada para relawan Kemenkeu Mengajar 4 karena secara sukarela mau berkontribusi. “Saya berharap kegiatan ini akan terus berlanjut dan memberikan dampak positif untuk kita semua,” ujar Oza. Acara dilanjutkan dengan penampilan K9 Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara yang disambut antusias oleh para siswa. Setelah itu kegiatan belajar mengajar dimulai dan acara diakhiri dengan flashmob yang diikuti oleh seluruh siswa yang dengan semangat menirukan gerakan yang diperagakan oleh para relawan.

JALAN SEHAT PUNCAK HARI OEANG KE – 73

Sabtu, 2 November 2019 merupakan puncak perayaan hari Oeang ke-73. Perayaan tersebut dilaksanakan dengan kegiatan Jalan Santai dan serangkaian acara Peringatan Hari Oeang ke-73 yang diikuti oleh jajaran pejabat dan pegawai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) di Sumatera Utara. Bertempat di Gedung Keuangan Negara Medan sebagai pusat kegiatan, Jalan Sehat diikuti oleh seluruh unit eselon I Kemenkeu seperti Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb), Kantor Pengelolaan Teknologi Informasi dan Komunikasi dan Barang Milik Negara (KPTIK BMN), Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), dan Balai Diklat Keuangan (BDK).

Jalan Santai dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara, Oza Olavia. Peserta jalan santai berjalan dalam barisan menyusuri rute yang telah ditentukan dengan penuh antusias. Setelah Jalan santai acara dilanjutkan dengan sarapan bersama, panggung hiburan, dan berbagai perlombaan sekaligus pembagian doorprize. Banyaknya doorprize yang disediakan menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta. Menambah kemeriahan acara, setiap instansi Kemenkeu Sumatera Utara memberikan penampilan hiburan yang menarik.

Pelaksanaan event ini merupakan upaya peningkatan sinergi antar eselon satu kementerian keuangan yang kemudian diharapkan dapat meningkatkan semangat mengabdi seluruh jajaran Kemenkeu dan senantiasa memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara. Semoga dengan peringatan Hari Oeang ke-73 keinginan Kementerian Keuangan untuk “Maju Bersama Menghadapi Tantangan” dapat terwujud. Selamat Hari Oeang ke-73!

Bea Cukai Sumut Musnahkan Ribuan Barang Ilegal

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kanwil DJBC) Sumatera Utara dan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B (KPPBC TMP B) Kualanamu melakukan pemusnahan bersama atas Barang Milik Negara (BMN) hasil penindakan senilai sekitar 740 juta rupiah. Pemusnahan dilakukan pada Selasa 22 Oktober 2019 di Halaman KPPBC TMP Belawan.

Menurut Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil DJBC Sumatera Utara, Sodikin, BMN yang dimusnahkan berupa rokok illegal sebanyak 938.000 batang dimana 640.000 batang diantaranya merupakan hasil penindakan kerjasama antara Asintel Kodim I Bukit Barisan dengan Kanwil DJBC Sumatera Utara dan 17 ball pakaian bekas (ballpress). Dari KPPBC TMP B Kualanamu barang yang dimusnahkan berupa 493 pcs alat obat-obatan dan kosmetik, 58 pcs produk makanan dan minuman, 288 pcs alat kesehatan, 10.659 pcs produk tekstil, 557 pcs alas kaki, 204 pcs mainan, 6 pcs sex toys, 1.457 pcs alat elektronik, 43 pcs suplemen, 79 pcs produk dari tumbuhan, 10 unit handphone, 4 unit kamera digital  dan 1.825 pcs barang lainnya.

 “Barang pemusnahan tersebut ada yang didapat dari barang bawaan penumpang serta Perusahaan Jasa Titipan yang tidak boleh memasuki Indonesia atau ilegal, kapal feri dari luar negeri yang mengangkut barang illegal dari luar negeri, ballpress (pakaian bekas) yang memang dilarang memasuki Indonesia dan rokok ilegal yang tidak menggunakan pita cukai atau pita cukainya dipalsukan,” ujar Sodikin menambahkan.

Barang-barang yang mengakibatkan kerugian negara dan dapat berdampak negatif bagi masyarakat tersebut dimusnahkan dengan cara dibakar pada tungku pembakaran dan dihancurkan. Pemusnahan tersebut telah mendapat persetujuan pemusnahan dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Medan.

Provinsi Sumatera Utara termasuk salah satu wilayah yang rawan penyelundupan ballpress yang dominan terjadi di pesisir pantai timur serta termasuk wilayah rawan peredaran BKC Ilegal. Oleh karena itu, Kanwil DJBC Sumatera Utara dan KPPBC di wilayah Sumatera Utara bersinergi dengan aparat penegak hukum lainnya berkomitmen untuk melakukan penertiban secara berkesinambungan terhadap importasi ilegal dan peredaran BKC Ilegal di wilayah Sumatera Utara.

Tingkatkan Pelayanan, Bea Cukai Kanwil Sumut adakan Lokakarya Client Service Charter

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sumatera Utara (Kanwil DJBC Sumut) menyelenggarakan lokakarya Customs and Excise Client Service Charter di aula Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara, Gedung Keuangan Negara (GKN) Medan pada Selasa dan Rabu, 15-16 Oktober 2019. Dalam lokakarya tersebut, sebanyak 20 orang pegawai Kanwil DJBC Sumut diberikan pengetahuan tentang standar Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dalam melayani pengguna jasa khususnya terkait cara berkomunikasi dan bersikap.

Lokakarya Customs and Excise Client Service Charter yang dulunya sering disebut Service Level Agreement (SLA) bertujuan untuk memberikan keseragaman dalam memberikan pelayanan prima kepada pelanggan dengan tetap memperhatikan unsur pengawasan.

Lokakarya dibuka oleh Kepala Kanwil DJBC Sumatera Utara, Oza Olavia. “Lokakarya ini merupakan kegiatan yang menyenangkan, namun saya berharap setelah pelatihan ini kita semua dapat meningkatkan pelayanan lebih baik kepada masyarakat, karena sejatinya kita adalah pelayan masyarakat,” ujar Oza.

Pada hari pertama, para peserta diminta untuk mengisi pre test dan melakukan tes kepribadian yang dilanjutkan dengan membagi para peserta menjadi lima kelompok. Setiap kelompok diberi nama dengan nama yang diambil dari nilai-nilai Kementerian Keuangan yaitu Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan dan Kesempurnaan. Kemudian setiap kelompok diminta untuk membuat yel-yel grup. Setelah itu, para peserta diberikan materi tentang character building, pengenalan customs and excise client service charter dan standar layanan DJBC dalam hal etika penampilan dan sikap. Di akhir sesi, para peserta diminta menampilkan yel-yel yang telah dibuat dan melakukan simulasi tata cara berpakaian dan bersikap sebagai petugas DJBC.

Di hari kedua, pelatihan diisi dengan materi yang lebih teknis. Para pemateri memberikan pengetahuan tentang standar layanan DJBC dalam melayani pengguna jasa, melakukan pemeriksaan, dan berpenampilan. Selain itu, pemateri juga memberikan materi tentang komunikasi efektif/public speaking. Pada sesi terakhir, peserta melakukan simulasi dalam melayani pengguna jasa.

Lokakarya Customs and Excise Client Service Charter merupakan usaha DJBC untuk meningkatkan kompetensi pegawainya agar mampu melakukan pengawasan dan pelayanan dengan baik. Peningkatan kompetensi pegawai akan terus dilakukan agar demi mewujudkan insan yang cakap, sehat dan berintegritas demi bea cukai yang makin baik.

Page 6 of 22
1 4 5 6 7 8 22