BC Sumut Terbitkan Izin Gudang Berikat Transit Di Bandara Kualanamu

Gudang Berikat mungkin merupakan istilah yang tak lazim bagi sebagian besar masyarakat awam. Gudang Berikat (GB) adalah tempat penimbunan berikat untuk menimbun barang impor, dapat disertai 1 (satu) atau lebih kegiatan berupa pengemasan/pengemasan kembali, penyortiran, penggabungan (kitting), pengepakan, penyetelan, pemotongan atas barang-barang tertentu dalam jangka waktu tertentu untuk dikeluarkan kembali. Gudang Berikat terbagi menjadi tiga jenis, yaitu Gudang Berikat Pendukung Kegiatan Industri, Gudang Berikat Pusat Distribusi Toko Bebas Bea dan Gudang Berikat Transit. GB merupakan salah satu fasilitas kepabeanan yang diberikan oleh Kementerian Keuangan kepada perusahaan yang diatur dan dijalankan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Fasilitas GB ini sering kali digunakan untuk mendukung industri penerbangan internasional dalam hal kelancaran distribusi spare part pesawat milik maskapai luar negeri.

                Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara menerbitkan izin kepada PT JAS Aero Engineering Services untuk mendirikan Gudang Berikat Transit di Kawasan Bandara Internasional Kualanamu pada Selasa (03/12). Gudang Berikat Transit yaitu Gudang Berikat yang menimbun dan mendistribusikan barang impor ke luar daerah pabean. Izin fasilitas GB ini didapat setelah jajaran direksi PT JAE mengajukan perizinan dan melakukan presentasi proses bisnis di depan pejabat Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara.

                Dalam pemaparan itu, Business & Development Manager PT JAE, Arif Budi Santosa menyampaikan tujuan mereka mengajukan fasilitas Gudang Berikat. “Kami ingin memberikan pelayanan fasilitas penimbunan spare part pesawat terhadap maskapai luar negeri yang sudah menjadi pelanggan PT JAE di Bandara Kualanamu,” ujar Arif. Fasilitas penimbunan spare part itu akan sangat membantu maskapai luar negeri dalam menjaga On Time Performance (OTP) pada saat terjadi kerusakan yang diakibatkan oleh bagian spare part yang rusak. “Dengan adanya fasilitas Gudang Berikat, diharapkan dapat meningkatkan jumlah penerbangan internasional di Bandara Kualanamu,” tambah Arif.

                Dengan adanya fasilitas Gudang Berikat, spare part yang masuk ke Gudang Berikat diberikan penangguhan bea masuk (BM) dan pajak dalam rangka impor (PDRI). Kepala Kanwil DJBC Sumatera Utara, Oza Olavia berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya. “Kami berharap perzinan yang diberikan hari ini benar-benar dapat dimanfaatkan dengan baik dan nanti pada saat pelaksanaanya dapat dilaksanakan dengan tertib baik secara administrasi dan aturan,” ujar Oza.

PT JAS Aero Engineering Services (JAE) adalah perusahaan yang menyediakan layanan pemeliharaan linier dan penanganan jalan ramp teknis yang meliputi sertifikasi, perbaikan cacat, peralatan pendukung tanah (GSE), dan layanan tambahan lainnya untuk lebih dari 40 maskapai penerbangan dari Eropa, AS, Timur Tengah, Australia dan Asia di 17 bandara di Indonesia. Sebelumnya PT JAE telah mempunyai tiga Gudang Berikat yang terletak di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, dan Bandara Internasional Juanda.

Tingkatkan Kompetensi Pegawai, Bea Cukai Kanwil Sumut Adakan Workshop

Dalam rangka meningkatkan kompetensi pegawai, Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara mengadakan Workshop Penetapan Nilai Pabean dan Penetapan Tarif di Ruang Rapat B, Gedung Keuangan Negara Medan pada Kamis, 14 November 2019. Workshop kali ini diisi oleh narasumber dari Direktorat Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga (KIAL), Direktorat Keberatan Banding dan Peraturan serta Balai Laboratorium Bea dan Cukai Kelas II Medan (BLBC Medan).

Peningkatan kompetensi pegawai memang sangat dan akan terus ditingkatkan. Hal ini dilakukan agar para pegawai dapat melaksanakan tugas dengan baik dan professional. “Kita butuh mengasah pengetahuan, terutama terkait tarif nilai pabean, karena itu merupakan hal yang sangat penting bagi kita sebagai pegawai bea cukai”, ujar Kepala Kanwil DJBC Sumatera Utara, Oza Olavia dalam sambutannya.

Sebelum memasuki materi, para peserta diberikan pre-test tentang materi yang akan diberikan. Materi pertama diberikan oleh Kepala Seksi Regional I Direktorat KIAL, Eko Yulianto tentang Ketentuan Asal Barang dalam Kerjasama Perdagangan Internasional. Materi kedua disampaikan oleh Kasubdit Keberatan, Chotibul Umam dan Kepala Seksi Evaluasi dan PK, Cahyo Prasetiadi terkait Evaluasi Penetapan Tarif dan/atau Nilai Pabean berdasarkan Putusan Pengadilan Pajak. Materi terakhir disampaikan oleh Kepala Seksi Teknis Laboratorium BLBC Medan, Wayitno.

Di akhir acara, peserta kembali mengisi post-test tentang materi yang telah disampaikan. Hal ini dilakukan untuk mengukur efektifitas penyampaian materi.  Diharapkan, setelah mengikuti workshop, para pegawai dapat meningkatkan kinerja mereka menjadi lebih baik demi bea cukai yang makin baik.

Bea Cukai Terbitkan Toko Bebas Bea Kedua di Sumut

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sumatera Utara terbitkan izin fasilitas Toko Bebas Bea (TBB) atau yang lebih dikenal dengan duty free shop, Rabu (13/11). Izin Toko Bebas Bea kedua di Sumatera Utara ini diberikan kepada PT Duta Tirta Gemilang di Aula lantai empat Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara, Gedung Keuangan Negara Medan, Sumatera Utara.

PT Duta Tirta Gemilang adalah perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan yang telah memenuhi seluruh kriteria yang dipersyaratkan Oleh DJBC untuk mengajukan permohonan penerbitan izin fasilitas TBB. Pemberian izin fasilitas sebagai penyelenggara sekaligus izin pengusaha TBB diberikan setelah presentasi proses bisnis PT Duta Tirta Gemilang yang dinilai sesuai dengan yang dipersyaratkan.

Direktur PT Duta Tirta Gemilang, Rital Alriansjah, mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasi kepada pihak Kanwil Bea dan Cukai atas proses pemberian izin yang hanya membutuhkan waktu beberapa menit setelah pemaparan proses bisnis selesai. “Saya rasa semua pelayanan yang diberikan Kanwil sangat bagus, semua dilakukan secara profesional dan terstruktur, serta pengambilan keputusan yang singkat,” ujar Rital.

Toko Bebas Bea dengan nama toko Hattan Duty Free akan bertempat di Terminal Kedatangan Internasional LT.1 NO. I – S1.3 & 4 Bandar Udara Internasional Kualanamu. Nantinya TBB ini akan menjual Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA), Hasil Tembakau (HT), serta parfum dengan berbagai merek dagang.

Pemberian izin fasilitas TBB ini diharapkan dapat mendukung pariwisata di Sumatera Utara, apalagi dengan adanya rute penerbangan internasional Garuda Indonesia yang baru yaitu Denpasar-Medan-Amsterdam dan Denpasar-Medan-London. Saat penyerahan izin ini, Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara, Oza Olavia mengatakan bahwa DJBC menyambut baik adanya penambahan Toko Bebas Bea di Sumatera Utara. “Saya harapkan dengan diterbitkannya izin TBB baru ini, dapat mencitrakan Indonesia yang ramah turis, tanpa mengurangi dari segi pengawasannya,” ujar Oza.

BC Sumut Sosialisasikan Pelaksanaan Tata Niaga Produk Impor Diluar Kawasan Pabean

Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara menjadi narasumber dalam acara Sosialisasi Pelaksanaan Tata Niaga Produk Impor Diluar Kawasan Pabean (Post Border) yang diselenggarakan oleh Dinas Perindag Provinsi Sumut pada Selasa, 12 November 2019 di hall Karibia Boutique Hotel.

Dalam acara tersebut Kepala Seksi Penindakan I, Fobby Trisunarso menyampaikan materi tentang pelaksanaan kegiatan post border secara umum di Provinsi Sumatera Utara dari sisi kepabeanan dan cukai.

Sosialisasi juga diberikan oleh Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Disperindag Provinsi Sumatera Utara, Parlindungan Lubis, dan Direktur Eksekutif Kadin sumut, Hendra Utama yang turut diundang dalam acara tersebut. Peserta sosialisasi merupakan importir dan eksportir yang ada di Provinsi Sumatera Utara.

Dengan adanya sosialisasi tersebut, diharapkan para importir maupun eksportir dapat memahami aturan tata niaga tentang produk impor diluar kawasan pabean.

TINGKATKAN PELAYANAN PRIMA, BEA CUKAI SUMUT ADAKAN PELATIHAN UNTUK PPNPN

Dalam rangka Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) tahun 2019. Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kanwil DJBC) Sumatera Utara mengadakan Pelatihan Budaya Pelayanan Prima kepada Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN) pada 11 November 2019 bertempat di Aula Lantai 4 Kanwil DJBC Sumatera Utara. Kepala Seksi Kepatuhan Pelaksanaan Tugas Pelayanan Toupik Kurohman dan Kepala Seksi Penindakan I Fobby Trisunarso menjadi pengajar pada pelatihan ini.  Acara ini dihadiri oleh PPNPN dilingkungan Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara.

Peningkatan profesionalisme PPNPN memang sangat diperlukan. Memberikan pelayanan yang baik dan bertindak secara profesional menjadi syarat mutlak dalam membangun tata kelola organisasi yang baik. Oleh karena itu, PPNPN di lingkungan Kanwil DJBC Sumatera Utara pasti akan dihadapkan dengan tugas di bidang pelayanan, baik secara langsung yang berhadapan dengan masyarakat maupun yang berada di dalam kantor untuk membantu para pegawai dalam melaksanakan tugas-tugasnya.

“Melalui pelatihan ini saya harap dapat menjadi bekal yang bermanfaat dan dapat diaplikasikan dalam pelaksanaan pekerjaan sehari-hari sebagai bentuk loyalitas, integritas dan tanggung jawab,” ujar Toupik Kurohman.

Acara ini merupakan wujud komitmen dan keseriusan Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara dalam upaya memberikan pelayanan prima, mengingat peran PPNPN cukup penting dalam pelayanan terhadap masyarakat dan/atau pengguna jasa.

Page 5 of 22
1 3 4 5 6 7 22