Antusiasme puluhan eksportir dalam kegiatan Gathering Eksportir

 

 

Medan, 9 November 2018 — Puluhan eksportir di wilayah Provinsi Sumatera Utara terlihat antusias untuk mendapatkan fasilitas kepabeanan yang ditawarkan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), pada acara Gathering Eksportir yang diadakan oleh Kantor Wilayah Bea dan Cukai (KWBC) Sumatera Utara beserta jajarannya di Medan, 7 November 2018.

Acara yang dilaksanakan di aula rumah dinas Kepala KWBC Sumut tersebut dihadiri sekitar 50 eksportir dari berbagai bidang industri dan beberapa Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) di wilayah Sumut. Dalam sambutannya, Kepala KWBC Sumut Oza Olavia mengajak para eksportir di Provinsi Sumut untuk memanfaatkan fasilitas kepabeanan yang disediakan pemerintah. “Dengan memanfaatkan fasilitas tersebut diharapkan eksportir nantinya dapat meningkatkan daya saingnya di kancah perdagangan internasional, dapat meningkatkan volume ekspor, dan pada akhirnya meningkatkan volume ekspor, dan pada akhirnya meningkatkan penerimaan devisa ekspor bagi negara,” katanya.

Fasilitas Kepabeanan yang ditawarkan adalah fasilitasi di bidang fiskal dalam bentuk Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) maupun Tempat Penimbunan Berikat (TPB) berupa Kawasan Berikat (KB) maupun Pusat Logistik Berikat (PLB). Dua paket fasilitas fiskal tersebut pada intinya berupa pembebasan atau penangguahan bea masuk (BM) dan tidak dipungut pajak pertambahan nilai (PPN) pada saat melakukan impor bahan baku atau bahan penolong yang digunakan memproduksi barang untuk tujuan ekspor.

Selain memperkenalkan fasilitasi di bidang fiskal, KWBC Sumut juga memaparkan kemudahan dan percepatan proses perizinan bagi eksportir yang ingin memanfaatkan fasilitas tersebut. “Proses perizinan hanya memakan waktu tiga hari di KPPBC, satu jam di KWBC, serta tidak dipungut biaya apapun,” demikian ditegaskan Oza Olavia.

Setelah selesai pemaparan, acara dilanjutkan dengan tanya-jawab antara para eksportir dengan Kepala KWBC Sumut disertai jajarannya, antara lain Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan, Kepala KPPBC Belawan, Kepala KPPBC Medan, Kepala KPPBC Kualanamu, Kepala KPPBC Kualatanjung. Dalam sesi tanya-jawab ini terlihat para eksportir cukup antusias untuk mengetahui lebih dalam tentang fasilitas kepabeanan yang ditawarkan, serta bagaimana tatacara untuk memperolehnya.

Selanjutnya, untuk mendapatkan penjelasan dan jawaban yang lebih teknis dan detil, para eksportir disarankan untuk berkonsultasi langsung ke Bidang Fasilitas Kepabeanan KWBC atau ke KLInIK (Kemudahan Layanan Informasi dan Izin Kebeacukaian) di KPPBC terdekat.

 

 

Pengguna Jasa Importir Dihimbau Agar Segera Melakukan Registrasi Di OSS Untuk Mendapatkan NIB

Sehubungan dengan diterbitkannya PP 24 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik (OSS), dengan ini kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Berdasarkan Pasal 26 PP 24 tahun 2018 tersebut, NIB yang diterbitkan lembaga OSS berlaku juga sebagai:
    • Tanda Daftar Perusahaan(TDP);
    • Angka Pengenal Importir (API); dan
    • Akses Kepabeanan
  2. Menindaklanjuti PP 24 tahun 2018, Kemendag telah menebitkan Permendag 75/M-DAG/PER/2018 tentang Angka Pengenal Importir (API) yang berlaku pada saat diundangkan yakni pada tanggal 20 Juli 2018.
  3. Berdasarkan Pasal 25 Permendag 75/M-DAG/PER/2018 disebutkan: Importir yang telah memiliki API-U dan API-P berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 70/M-DAG/PER/2018 tentang Angka Pengenal Importir, sepanjang API yang dimiliki telah diatur didalam lembaga OSS sesuai dengan peraturan perundang-undangan, harus melakukan pendaftaran ke lembaga OSS untuk mendapatkan NIB yang berlaku sebagai API paling lama 6 (enam) bulan sejak peraturan menteri ini berlaku.
  4. Berdasarkan Pasal 7 ayat (1) Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor PER-04/BC/2017 tentang Petunjuk Pelaksanaan Registrasi Kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor PER-06/BC/2018 dinyatakan bahwa API merupakan persyaratan untuk mendapatkan akses kepabeanan sebagai importir. Dengan demikian apabila API dinyatakan tidak berlaku, maka kegiatan impor yang akan dilakukan pengguna jasa importir tidak akan dilayani.

Untuk melakukan pendaftaran di OSS, silahkan kunjungi https://www.oss.go.id. Demikian disampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.

Bea Cukai Sumut Musnahkan Barang Ilegal Bernilai Ratusan Juta Rupiah

Belawan (30/10/18) – Bertempat di Pangkalan Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara, Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Utara bersama dengan KPPBC TMP B Kualanamu, KPPBC TMP C Kualatanjung, dan KPPBC TMP C Teluknibung melakukan pemusnahan bersama atas Barang Milik Negara (BMN) hasil penindakan kepabeanan dan cukai. Pemusnahan atas barang-barang tersebut telah mendapat perizinan dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang.

Barang-barang yang dimusnahkan berupa 31 ball dan 187 karung pakaian bekas, 74 karton dan 100 pasang sepatu dan alas kaki bekas, 443.798 batang rokok, 96 botol Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA), 4 unit Kapal Motor, 2.188 bungkus makanan, 116 bungkus obat-obatan, 553 pcs kosmetik, 17 pcs sparepart, dan 52 pcs barang elektronik.

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Utara Oza Olavia mengungkapkan, “Perkiraan nilai barang-barang tersebut sekitar 652 juta rupiah dengan potensi kerugian negara sekitar 114 juta rupiah dari Cukai, Bea Masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor”.

Untuk pemusnahan rokok, ballpress, serta sepatu dan alas kaki bekas dengan cara dibakar, MMEA dengan cara dituangkan ke dalam tong, makanan, obat-obatan, serta kosmetik dengan cara ditimbun, sparepart, barang elektronik, serta kapal dengan cara dipotong-potong.” pungkas Oza.

Oza Olavia juga mengatakan “barang pemusnahan tersebut ada yang didapat dari barang bawaan penumpang yang tidak boleh memasuki Indonesia atauillegal, kapal feri dari luar negeri yang mengangkut barang illegal dari luar negeri, ballpress (pakaian bekas) yang memang dilarang memasuki Indonesia dan barang kena cukai yang tidak menggunakan pita cukai atau pita cukainya dipalsukan”.

Provinsi Sumatera Utara termasuk salah satu wilayah yang rawan penyelundupan ballpress terutama di pesisir pantai timur serta termasuk wilayah rawan peredaran BKC ilegal. Kanwil DJBC dan KPPBC di wilayah Sumatera Utara bersinergi dengan aparat penegak hukum lainnya berkomitmen untuk melakukan penertiban terhadap importasi illegal dan peredaran BKC illegal di wilayah Sumatera Utara.

Untuk Meningkatkan Penggunaan Fasilitas KITE IKM, Kanwil DJBC Sumatera Utara adakan Coffee Morning bersama IKM

“Saat ini ekspor produk IKM di Sumatera Utara masih sangat kecil sekali dibandingkan dengan potensi yang dimiliki, untuk itu diharapkan fasilitas yang diberikan oleh Pemerintah melalui Bea dan Cukai berupa KITE IKM ini dapat dimanfaatkan dengan baik” pungkas Kakanwil DJBC Sumatera Utara, Oza Olavia dalam acara Coffee Morning Fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor bagi Industri Kecil Menengah (KITE IKM) yang bertempat di Aula Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara, Jl. Diponegoro No. 30 A, Medan yang dihadiri oleh para pelaku Industri Kecil Menengah di wilayah Sumatera Utara, perwakilan KPPBC TMP B Medan, FTA Center Medan dan Penerima Fasilitas KITE IKM.

Dalam pemaparannya, Kabid Fasilitas Kepabeanan dan Cukai, Mathias Buluama menjelaskan banyak manfaat yang didapat dari fasilitas KITE IKM ini. Pastinya dengan dibebaskannya Bea Masuk, PPN, PPnBM atas bahan baku, mesin dan barang contoh maka biaya produksi produksi akan menurun sehingga daya saing akan meningkat. Fasilitas ini merupakan komitmen pemerintah untuk dapat memberikan kemudahan dalam berusaha tidak hanya untuk industri besar saja, melainkan industri kecil juga dipastikan juga mendapatkan fasilitas.

“Dengan pelayanan yang mudah dan tanpa biaya dalam memproses permohonan yang diajukan memberikan kepastian bagi kita selaku Industri Kecil Menengah untuk percaya bahwa fasilitas KITE IKM yang diamanatkan kepada Bea Cukai benar-benar memfasilitasi IKM, yang terpenting sebagai pelaku industri kecil menengah untuk memberikan dokumen secara jujur dan lengkap maka Bea Cukai akan membantu untuk pengurusan fasilitas KITE IKM ini” pungkas penerima fasilitas KITE IKM, Awi dalam testimoninya terkait kemudahan pengurusan fasilitas KITE IKM.

Selain testimoni yang diberikan oleh penerima fasilitas KITE IKM, Perwakilan Industri Kecil Menengah, Anna Sianturi menceritakan bagaimana sulitnya dahulu untuk melakukan ekspor kopi melalui perusahaan orang lain, kesulitan tersebut telah teratasi dengan mengurus akses kepabeanan sebagai syarat untuk melakukan ekspor/impor telah diperolehnya melalui sistem sehingga saat ini ia dapat mengekspor sendiri kopinya. Tak lupa pula perwakilan FTA Center Medan, Renny Maisyarah mengungkapkan untuk siap membantu memberikan pelayanan edukasi, konsultasi dan publikasi terkait kegiatan ekspor IKM ini.

Dengan adanya kemudahan dan dukungan yang diberikan, diharapkan industri kecil menengah yang ada di wilayah Sumatera Utara dapat lebih meningkatkan protensi dari usahanya sehingga kedepannya IKM dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam ekspor di Indonesia.

Pembukaan Kawasan Berikat Baru

Medan –Bea Cukai Kanwil Sumatera Utara berikan izin fasilitas kawasan berikat kepada PT. Musim Mas (Martubung). Perusahaan yang bergerak di bidang Industri pengolahan CPO (Crude Palm Oil) yang berlokasi di Daerah Martubung, Belawan, Sumatera Utara secara resmi mendapatkan fasilitas Kawasan Berikat berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan pada tanggal 29 Agustus 2018. Izin Kawasan Berikat ini diberikan dalam kurun waktu kurang dari satu jam sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 29/PMK.04/2018 tentang Percepatan Perizinan Kepabeanan dan Cukai.

Sebelumnya, PT Musim Mas (Martubung) telah mengajukan perizinan sebagai Penyelenggara Kawasan Berikat dan Pengusaha Kawasan Berikat pada kepada Bea Cukai Medan untuk kemudian dilakukan pemeriksaan lokasi dan pemeriksaan dokumen persyaratan perizinan. Dokumen dinyatakan memenuhi, selanjutnya PT Musim Mas (Martubung) diwajibkan untuk melakukan presentasi proses bisnis di Kantor Wilayah.

Pada pemaparannya, perwakilan PT Musim Mas (Martubung) mengungkapkan pabrik yang akan dibangun nantinya akan memiliki kapasitas produksi sebanyak 155.600 ton per tahun.

Adapun Nilai Ekspor PT. Musim Mas di tahun 2017 sebesar USD 2.67 Miliar dan dipastikan akan terus meningkat dengan bertambahnya kapasitas produksi perusahaan seiring dengan dibangunnya pabrik baru di martubung tersebut.

“Dengan bertambahnya perusahaan yang mendapatkan fasilitas kawasan berikat dan berkembanganya produksi perusahaan diharapkan mampu meningkatkan penyerapan tenaga kerja di sekitar wilayah perusahaan serta meningkatkan penerimaan pajak dan devisa bagi negara” pungkas Oza Olavia.

Page 24 of 27
1 22 23 24 25 26 27