Bakti Paskah Kanwil DJBC Sumatera Utara

Keluarga Besar Kristen Bea Cukai Sumatera Utara (Sumut) merayakan Paskah, Kamis, 25 April 2019. Perayaan Paskah dirayakan di Panti Asuhan Putri Evangeline Booth yang terletak di Jalan Samanhudi No. 27, Medan.

Perayaan Paskah tahun ini diikuti oleh pegawai Kristiani dari Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara, KPPBC TMP Belawan, KPPBC TMP B Medan, KPPBC TMP B Kualanamu, dan 49 orang anak Panti Asuhan Putri Evangeline Booth. Kebaktian Paskah merupakan agenda rutin yang diadakan oleh Bea Cukai Sumut.

Perayaan Paskah dengan tema “Kebangkitan yang Menghidupkan dan Membebaskan” berlangsung dengan hikmat. Selain Perayaan Paskah, Bea Cukai Sumut juga melakukan Bakti Paskah. Bakti Paskah yang dilakukan dengan pemberian sumbangan ke panti asuhan berupa sembako, perbaikan inventaris, serta sumbangan materi yang diperoleh dari pemberian sukarela seluruh pegawai Kristiani Bea Cukai Sumut.

Melalui kegiatan ini, diharapkan Pegawai dapat lebih memaknai kebangkitan Sang Juru Selamat umat manusia sehingga dapat memberi dampak yang baik bagi diri sendiri, keluarga, serta negara, khususnya untuk instansi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Bea Cukai Sumut Musnahkan Barang Ilegal Senilai 190 Juta Rupiah

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kanwil DJBC) Sumatera Utara dan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B (KPPBC TMP B) Medan melakukan pemusnahan bersama atas Barang Milik Negara (BMN) hasil penindakan senilai sekitar 190 juta rupiah. Pemusnahan dilakukan pada Selasa 30 April 2019 di Pangkalan Kanwil DJBC Sumatera Utara, Belawan.

BMN tersebut merupakan hasil penindakan yang dilakukan oleh Bea Cukai dan aparat penegak hukum lain yang telah mendapat persetujuan pemusnahan dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Medan. Pemusnahan barang-barang tersebut dilakukan dengan cara dibakar pada tungku pembakaran.

“BMN yang dimusnahkan berupa 238 (dua ratus tiga puluh delapan) ball pakaian bekas (ballpress), alat kosmetik, obat-obatan, makanan, alat kesehatan, dan aksesori,” ujar Eka Galih, Kepala Seksi Penyidikan dan Barang Hasil Penindakan Kanwil DJBC Sumatera Utara.

“Adapun untuk detil jumlah barang yang dimusnahkan adalah 5.671 unit kosmetik, 11.895 unit obat-obatan, dan 2.914 unit barang lainnya yang terdiri dari pakaian, makanan, alat kesehatan dan aksesoris,” tambah Edy Safutra, Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan KPPBC TMP B Medan.

Tidak ada kerugian negara yang diakibatkan atas barang-barang tersebut. Namun, barang-barang tersebut dapat berdampak negatif bagi masyarakat dikarenakan belum teruji dan belum terdaftar di lembaga terkait seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian dan lain-lain.

Terutama pakaian bekas yang merupakan komoditi yang dilarang untuk diimpor sesuai pasal 47 ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, dan Peraturan Menteri Perdagangan RI Nomor 51/M-DAG/PER/7/2015 tentang Larangan Impor Pakaian Bekas.

“Secara bentuk immaterial, impor pakaian bekas akan sangat mengganggu industri konveksi dalam negeri yang berimbas pada peningkatan jumlah pengangguran, menularkan penyakit ke pemakai karena tidak higienis serta menurunkan harga diri bangsa di tingkat internasional tentang daya beli masyarakat Indonesia,” ujar Eka Galih menambahkan.

Provinsi Sumatera Utara termasuk salah satu wilayah yang rawan penyelundupan ballpress yang dominan terjadi di pesisir pantai timur. Oleh karena itu, Bea Cukai bersinergi dengan Aparat Penegak  Hukum lainnya berkomitmen untuk melakukan penindakan terhadap importasi illegal di wilayah Sumatera Utara. (riz)

Kanwil DJBC Sumut Gandeng The Body Shop Gelar Beauty Class

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara mengadakan kegiatan Beauty Class pada tanggal 24 April 2019, bertempat di Aula Lantai 6 GKN Unit II.  Menggandeng The Body Shop, kelas kecantikan Kanwil DJBC Sumatera Utara ini diikuti 32 peserta yang terdiri atas para pegawai Kanwil DJBC Sumatera Utara dan KPPBC TMP B Medan.

Acara ini dibuka langsung oleh Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara, Oza Olavia. Dalam sambutannya, Oza Olavia mengatakan bahwa “Perempuan-perempuan bea cukai harus cantik, rapi, bersih dan perempuan bukanlah identik dengan kebayanya namun kecantikan dari hati adalah yang utama.” Acara ini turut serta dihadiri oleh Manager The Body Shop Medan, Dwi. Kegiatan beauty class ini bertujuan untuk menambah keahlian grooming dan make up untuk pegawai wanita.

Mengusung tema make up “Dewy Look”. Sebelum memulai make up workshop, peserta  diberikan tips bagaimana cara membersihkan wajah serta perawatan kulit yang wajib dilakukan sebelum memulai make up untuk mendapatkan kulit yang bersih dan siap dirias oleh Beauty Spesialis The Body Shop, Ina. Tidak hanya itu, Ina juga memberikan beberapa tips dan trik cara merawat dan menjaga kecantikan kulit.

Kemudian dilanjutkan dengan cara mengaplikasikan make up untuk kegiatan sehari-hari yang dipandu oleh Mimi, selaku make up artist langsung dari The Body Shop. Mimi  mengajarkan langkah-langkah dalam menggunakan makeup dasar yang tepat hingga teknik makeup mata yang mendukung riasan wajah dewy look . Dalam beauty class ini, para peserta pun bebas untuk bertanya seputar makeup dan kosmetik.  Sebelumnya, para peserta diberi beauty kit berisi rangkaian produk make up The Body Shop, untuk digunakan selama kelas kecantikan berlangsung.

Keseruan beauty class tidak hanya sampai situ saja. The Body Shop juga memberikan hadiah menarik untuk peserta dengan makeup terbaik dan yang dapat menjawab kuis. Tak hanya mendapatkan ilmu make up dan skincare, para peserta yang hadir juga mendapatkan free product dari The Body Shop.

BC Belawan Selamatkan 28 Ekor Burung yang Dilindungi

Bea Cukai Belawan menyelamatkan 28 ekor burung yang dilindungi berdasarkan Convention on International Trade Endangered Species (CITES) dari perdagangan illegal satwa liar. Penyelundupan burung dari spesies Nuri Ambon (Alisterus amboinensis), Nuri Kepala Hitam (Lorius lory), dan Kakaktua Jambul Kuning (Cacatua sulphurea) berhasil digagalkan oleh Tim Patroli Laut Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) Belawan di wilayah perairan Belawan sekitar pukul 22.30 WIB, Sabtu, 13 April 2019

Pada penindakan ini, Bea Cukai Belawan melakukan penegahan terhadap sarana pengangkut laut TUG Boat (TB) Kenari Djaja dengan rute Pulau Buru Maluku Utara – Belawan, serta mengamankan barang bukti berupa 23 ekor Burung Nuri Ambon, satu ekor Burung Nuri Kepala Hitam, dan empat ekor Burung Kakaktua Jambul Kuning. Di dalam CITES spesies Nuri Ambon dan Nuri Kepala Hitam masuk pada Appendix II (mungkin terancam punah bila perdagangan terus berlanjut) sedangkan Kakaktua Jambul Kuning masuk pada Appendix I (dilarang dalam segala bentuk perdagangan internasional). “Dari hasil pengecekan oleh petugas, dokumen perjalanan yang dipersyaratkan untuk membawa keluar produk hewan pada sarana pengangkut ternyata tidak dilengkapi oleh dokumen pendukung,” ujar Haryo Limanseto, Kepala KPPBC TMP Belawan.

Patroli laut rutin pengawasan antar pulau atas barang tertentu merupakan salah satu upaya dari Bea Cukai Belawan untuk mengantisipasi terjadinya penyelundupan seperti ini. Modus yang dilakukan oleh pelaku kali ini adalah menyembunyikan barang bukti (28 ekor burung) dengan membuat ruang kosong dalam dinding di kamar anak buah kapal atau biasa disebut modus false concealment. Anak buah kapal berjumlah sembilan orang yang telah diamankan diduga melanggar pasal 21 ayat 1 dan 2 dan pasal 40 ayat 2 Undang-undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, serta pasal 31 ayat 1 Undang-undang Nomor 16 tahun 1992 tentang Karantina Hewan,Ikan, dan Tumbuhan.

Penyelundupan burung paruh bengkok dari wilayah Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Maluku merupakan hal yang sering terjadi. Hal ini merupakan kerugian imateriel yang tidak dapat dinilai, mengingat spesies burung tersebut merupakan keragaman hayati Indonesia yang menjadi kebanggaan kita semua. Kelangsungan hidup satwa liar asli Indonesia sudah semestinya menjadi tanggung jawab kita sebagai warga negara untuk menjaganya. (dit)

BC Sumut Gagalkan 1.150 Slop Rokok Ilegal

Tim Bea dan Cukai (BC) Sumatera Utara menggagalkan penyelundupan 1.150 slop atau 11.150 bungkus rokok merek Luffman yang tidak dilekati pita cukai. Penangkapan rokok ilegal asal Batam tersebut dilakukan di dua lokasi yaitu di Simpang Kawat, Kabupaten Asahan, dan di Jl. Sisingamangaraja, Medan, antara Minggu-Senin, 7-8 April 2019, oleh tim operasi gabungan Kantor Wilayah BC (KWBC) Sumut, Kantor Pengawasan dan Pelayanan BC (KPPBC) Teluk Nibung, dan KPPBC Kuala Tanjung.

Dalam penjelasannya, Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan KWBC Sumut, Souvenir, mengatakan bahwa penangkapan berawal dari informasi adanya pengangkutan rokok ilegal dalam bus antar provinsi dari Jambi yang menuju Medan. Atas dasar informasi tersebut Kanwil BC Sumut berkoordinasi dengan KPPBC Teluk Nibung dan KPPBC Kuala Tanjung untuk mengawasi pergerakan bus tersebut di jalur Lintas Timur Sumatera, sekaligus melakukan penyergapan jika terjadi pembongkaran barang di perjalanan sebelum sampai di Medan.

Pada Minggu, 7 April, pukul 21.15 tim KKPBC Teluk Nibung mendapati bahwa bus tersebut melakukan pembongkaran di daerah Simpang Kawat, Kisaran. Setelah dilakukan penyergapan, didapati bahwa barang yang dibongkar adalah enam karton (@ 50 slop @ 10 bungkus @ 20 batang) rokok merek Luffman yang tidak dilekati pita cukai, sehingga dilakukan penangkapan terhadap pembawa barang ilegal tersebut.

Sekitar pukul 01.10, Senin, 8 April bus sudah sampai di Medan dan kembali melakukan pembongkaran barang dalam karung ke sebuah mobil pick-up BK 8401 CS di Jl. Sisingamangaraja, Medan. Kali ini giliran tim Kanwil BC Sumut yang melakukan penyergapan. Setelah dilakukan pemeriksaan, kedapatan barang dalam karung tersebut berupa 17 karton (@ 50 slop @ 10 bungkus @ 20 batang) rokok merek Luffman, juga tanpa dilekati pita cukai.

“Kerugian negara dari penyelundupan rokok tanpa dilekati pita cukai ini sekitar 135,7 juta rupiah,” kata Souvenir sambil menambahkan bahwa dari dua kasus tersebut telah diamankan empat orang untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Page 14 of 22
1 12 13 14 15 16 22