Kementerian Pertanian menggelar Gebyar Ekspor Tutup Tahun 2021 dengan mengusung tema “Sinergi Pengawalan dalam Mewujudkan Pertanian Berkelanjutan dan Mendunia” pada Jumat (31/12). Acara diadakan secara langsung di Makassar dan melalui video conference di 33 lokasi berbeda yang merupakan pintu pelepasan ekspor pertanian yang dilepas secara serentak di hari yang sama. Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi hadir bersama seluruh jajaran pimpinan dari instansi pemerintah di lingkup pelabuhan Belawan di Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu Graha Segara, Medan yang menjadi lokasi acara yang sama secara daring. Kepala Bidang Fasilitas Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Utara Deny Sudrajat hadir mewakili Kepala Kantor Wilayah.

“Pertanian tumbuh 16,24%, nilai ekspor pertanian naik 51% dari tahun 2020 periode januari sampai november,” jelas Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat menyampaikan langsung di acara yang sama digelar di Makassar. Nilai teresbut pada tahun 2020 yaitu 399,45 trilliun rupiah naik menjadi 569,11 trilliun rupiah.

Syahrul Yasin Limpo menambahkan bahwa nilai usaha pertanian juga tumbuh 107% pada masa covid dalam tahun 2020 dan 2021. Gerakan Tiga Kali Ekspor menjadi gebrakan dari Kementerian Pertanian dalam menggenjot nilai ekspor dan nilai usaha pertanian Indonesia.

“Hari ini 2,2 ton dilepas, seluruhnya total 27,4 ton untuk Sumut dalam tahun ini,” ungkap Edy Rahmayadi dalam sambutannya.

Gubernur Sumut bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) meyakinkan keseriusan dan semangatnya untuk terus berjuang untuk bangsa dan negara disampaikan secara daring kepada Menteri Pertanian, Kapolri dan jajaran pimpinan di Makassar.

“Para petani lebih sejahtera, kita mendapatkan pendapatan daerah, dan APBN sehingga Sumut makmur dan bermartabat,” tambah Edy Rahmayadi.

Kegiatan pelepasan ekspor dilakukan serentak melalui 34 pintu ekspor di Indonesia diantaranya Pelabuhan Belawan. Nilai tonase nya mencapai 1,3juta ton senilai 14,4 triliun rupiah ke 124 negara. Lima belas Kabupaten dan Kota di Sumatera Utara turut menyumbangkan komoditas hasil tani nya. Mayoritas adalah sabut kelapa, jahe merah, pakan ternak, dan rempah Andaliman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *