Workshop, Evaluasi CEISA & Implementasi digital workspace DJBC (MY CEISA)

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sumatera Utara mengadakan Workshop, Evaluasi CEISA & Implementasi digital workspace DJBC (MY CEISA) pada tanggal 1-2 Agustus 2019 yang bertempat di Aula Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara.

Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara, Oza Olavia, Dalam sambutannya Oza menyampaikan bahwa DJBC akan menghadapi tantangan ke depan seperti perkembangan teknologi informasi yang cepat. “Teknologi informasi sebegitu luasnya dan transformasi sistem IT DJBC menjawab revolusi industri yang semakin berkembang. Saya berharap yang hadir disini dapat memahami apa yang disampaikan pemateri dan yang hadir ini berkewajiban menyampaikan ke unit masing-masing, sehingga secara keseluruhan pegawai DJBC bisa memahami perkembangan teknologi informasi,” ujar Oza.

Dan dilanjutkan dengan penjelasan oleh Kepala Subdirektorat Pelayanan Data, Sarwo Edi Teguh Widodo, dan tim dari Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai. Acara ini dihadiri oleh para pejabat/ pegawai di lingkungan Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara.

Dalam menghadapi perkembangan teknologi dan informasi yang semakin pesat, DJBC langsung bergerak dengan mengembangkan sistem-sistem yang dimilikinya, salah satunya yaitu Customs and Excise Information System and Automation (CEISA). CEISA adalah salah satu aplikasi sistem automasi yang dimiliki oleh DJBC untuk mengintegrasikan seluruh layanan yang dapat diakses oleh pengguna jasa kapanpun, dimanapun berada dengan koneksi internet. Kali ini, CEISA hadir dengan versi terbarunya yaitu CEISA 4.0 yang lebih canggih dari pada CEISA versi-versi sebelumnya.

DJBC meluncurkan berbagai inovasi seperti myceisa. Yaitu aplikasi yang dapat diakses melalui smartphone. Andoid user dapat mendownloadnya di playstore, namun bagi pengguna iphone aplikasi belum tersedia di appstore. Cara penggunaannya pun terbilang mudah hanya perlu mendownload dan menginstall di smartphone. Selain itu CEISA Chatbot yang dapat diakses melalui telegram. CEISA Chatbot merupakan sebuah program yang dirancang untuk mensimulasikan percakapan intelektual dengan satu atau lebih manusia baik secara audio maupun teks. dan CEISA Office yang mempermudahkan pekerjaan seperti disposisi surat.

Dukung Industri Dalam Negeri, BC Hadiri Ekspor Raya Komoditas Perikanan

Dalam rangka memperingati Bulan Bakti Karantina dan Mutu Hasil Perikanan Tahun 2019, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sumatera Utara dan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean Belawan hadiri Ekspor Raya Komoditas Perikanan di Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Medan II, Belawan, Jumat (19/7).

Peringatan Bulan Bakti Karantina dan Mutu Hasil Perikanan Tahun 2019 ini diselenggarakan di Lima Pelabuhan Utama. Kelima pelabuhan tersebut adalah Tanjung Priok, Belawan, Tanjung Perak, Tanjung Mas, dan Soekarno Hatta. Acara yang tersambung melalui konferensi video ke empat pelabuhan lain ini dihadiri oleh Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Menteri Keuangan yang diwakili oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai, dan Kepala BKIPM KKP di Pelabuhan Tanjung Priok.

Peringatan Bulan Bakti Karantina dan Mutu Hasil Perikanan Tahun 2019 di Belawan turut mengundang pelaku ekspor dan pengolah di bidang perikanan. Sebanyak sebelas kontainer dengan periode ekspor mulai dari tanggal 19 sampai dengan 23 Juli berhasil dikumpulkan untuk memeriahkan ekspor raya ini. Kedepannya DJBC dan BKIPM akan terus meningkatkan sinergi untuk menjadi lebih baik, tidak hanya mempercepat proses ekspor, sinkronisasi Pemberitahuan ekspor Barang (PEB) dan Health Certificate pun akan segera dilakukan pada Indonesia Nasional Single Window (INSW).

Pada kesempatan ini, Kepala BKIPM Medan II, Edi Santoso, menyebutkan bahwa mungkin Belawan merupakan bagian kecil dari ekspor perikanan, namun eksistensi dan pelayanan yang ditawarkan sudah berbasis digital dan akan semakin membaik dari waktu ke waktu. “Diharapkan semua rekan rekan pelaku usaha dalam melakukan usaha dalam melaksanakan produk perikanannya selalu bersumber dari penangkapan yang ramah lingkungan dan juga tidak merupakan produk-produk perikanan yang dilindungi atau dilarang,” ujar Edi.

BC Tangkap Rokok Ilegal dan Pakaian Bekas

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sumatera Utara (DJBC Sumut) merilis tangkapan hasil penindakan selama bulan Juni hingga Juli, Selasa (16/7). Tangkapan berupa rokok ilegal dan pakaian bekas (ballpress) ini dirilis di Pos Pangkalan/Dermaga Kantor Wilayah DJBC Sumut, Belawan.

Penindakan terhadap rokok ilegal yang dilakukan pada Kamis, 4 Juli 2019 merupakan salah satu program dari Operasi Gempur I (periode 17 Juni s.d. 14 Juli 2019) yang telah dilaksanakan oleh DJBC. Penindakan yang dilakukan bersama Polisi Militer Kodam I/ Bukit Barisan di Padang Sidempuan ini berhasil mengamankan rokok ilegal dengan merek Record, Gudang Cengkeh dan Sembilan Bold berjumlah 1.712.524 batang.

Modus rokok ilegal pada tangkapan ini berasal dari kesalahan personalisasi pita cukai atau lebih jelasnya pelekatan pita cukai hasil tembakau yang tidak sesuai peruntukannya. Dari kasus rokok illegal ini, total kerugian negara berjumlah Rp 624.620.200,- dan saat ini sedang dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang terkait dengan pelanggaran Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai.

Penindakan terhadap kapal Kapal Motor (KM) Tunas Flora asal Malaysia dilakukan di perairan Sungai Berombang, Panai Hilir, Labuhanbatu. Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap KM. Tunas Flora oleh tim Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Teluk Nibung dari kapal patroli BC1508, didapati 683 pakaian bekas (ballpress) dengan total nilai barang Rp 1.366.000.000,-.

Impor pakaian bekas akan mendistorsi pasar domestic produk tekstil dalam negeri yang menyebabkan Industri Kecil dan Menengah (IKM) tekstil dan Konveksi lokal Industri Tekstildan Produk Tekstil (TPT) akan kalah bersaing. Pakaian bekas juga akan berpotensi menularkan penyakit, selain itu importasi pakaian bekas akan menurunkan harga diri bangsa di tingkat internasional. Saat ini kapal dan pakaian bekas (ballpress) sudah diamankan di Pos Pangkalan/Dermaga Kantor Wilayah DJBC Sumut dan sedang diakukan penyelidikan terkait dengan pelanggaran Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan.

Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumut, Oza Olavia, mengatakan bahwa saat ini DJBC sedang melaksanakan Operasi Gempur Rokok Ilegal 2019 yang bertujuan untuk memberantas peredaran rokok ilegal di Sumatera Utara. “Saya harap sinergi yang telah dibangun bersama seluruh aparat penegak hukum dengan Bea Cukai ini dapat berlanjut, tidak hanya dalam pemberantasan rokok ilegal dan ballpress, tapi lebih lanjut untuk menjaga masyarakat dari berbagai macam barang-barang yang berpotensi membahayakan,” ujar Oza.

Bea Cukai Sumut dan BNNP Sumut Gagalkan Penyelundupan Sabu Seberat 6 KG

Tim gabungan Bea dan Cukai (BC) Sumatera Utara bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara menggagalkan upaya penyelundupan sabu seberat 6 kg. Penangkapan tersebut dilakukan di perairan Selat Malaka, tepatnya di perairan utara Gosong Sibunga-bunga, Sumatera Utara pada Senin (1/7).

Penangkapan berawal dari informasi yang diperoleh dari hasil pemeriksaan penumpang pesawat asal Penang oleh petugas BC Kualanamu dan Tim CNT (Customs Narcotics Team) Kanwil DJBC Sumut. Dari pemeriksaan tersebut diketahui akan ada penyelundupan sabu ke Indonesia melalui jalur laut pada Senin (1/7). Kemudian petugas segera berkoordinasi dengan BNNP Sumut untuk menindaklanjuti informasi tersebut. Diketahui pula bahwa penyelundupan akan dilakukan di perairan utara Gosong Sibunga-bunga.

Pada hari Senin (1/7) Tim gabungan yang terdiri dari Kanwil DJBC Sumut dan BNNP Sumut bergerak ke perairan utara Gosong Sibunga-bunga menggunakan kapal patrol BC 10001 dan kapal kayu nelayan untuk melakukan penegahan. Sekitar pukul 21.00 WIB tim gabungan melakukan penegahan terhadap speed boat asal Malaysia di perairan Indonesia. Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan tas jinjing warna merah berisi enam bungkus plastik hitam berisi sabu seberat 6 kilogram bersama dua orang tersangka warga negara Malaysia.  

Barang bukti berupa 6 kilogram sabu serta kedua tersangka pemilik barang berinisial YBL (55) dan nahkoda kapal berinisal OCP (56) diamankan ke BNNP Sumut untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Penangkapan tiga tersangka lainnya

Ditemui di acara press release pada Selasa (9/7), Kepala BNNP Sumut Atrial menjelaskan bahwa dari hasil pengembangan kasus tersebut, petugas BNNP Sumut berhasil menangkap 3 orang tersangka lainnya.  Ketiga tersangka masing-masing berinisial AV (32), RS (30) dan SR (29) merupakan warga negara Indonesia yang diduga akan menerima dan mengedarkan barang narkotika tersebut.

“Terhadap tersangka YBL, OCP, AV, RS, dan SR dipersangkakan pasal 114 ayat (2), pasal 112 ayat (2), pasal 132 Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana hukuman mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 (enam) tahun,” ujarnya.

Kepala Kanwil DJBC Sumatera Utara mengapresiasi sinergi antara DJBC, BNN, dan Kepolisian dalam penangkapan tersebut. “Saya sangat mengapresiasi atas controlled delivery yang dilakukan BNN dan Kepolisian. Saya berharap sinergi ini dapat terus berlangsung dan semakin ditingkatkan lagi demi melindungi anak bangsa dari peredaran narkotika,” pungkas Oza.

Bea Cukai Sumut Terbitkan Izin Pengusaha di Pusat Logistik Berikat

Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara memberikan izin fasilitas PDPLB (Pengusaha di Pusat Logistik Berikat) kepada PT Bahtera Inti Indonesia pada Rabu, 3 Juli 2019. Izin tersebut diberikan setelah menyaksikan pemaparan proses bisnis oleh jajaran direksi PT Bahtera Inti Indonesia (PT BII) yang dilakukan di Aula Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara, Medan.

Dalam pemaparannya, Sucipto selaku Komisaris PT BII menyampaikan tujuannya mengajukan izin fasilitas PDPLB. “Kami ingin memberikan fasilitas penimbunan barang tujuan impor dan ekspor kepada para pengusaha dalam negeri, memberikan ketersediaan bahan baku industri, dan membantu mengurangi resiko biaya demmurage,” ujar Sucipto.

PDPLB merupakan badan usaha yang melakukan kegiatan pengusahaan PLB yang berada di dalam PLB milik penyelenggara PLB yang statusnya sebagai badan usaha yang berbeda. Dalam hal ini, PT BII bekerjasama dengan PT Transcon Indonesia yang telah mendapat izin penyelenggara PLB untuk menggunakan sebagian lahan dan fasilitas milik PT Transcon Indonesia. Nantinya, jenis barang yang akan ditimbun di PT BII berupa bahan baku industry, besi baja dan produk turunannya serta ban.

Dengan terbitnya izin fasilitas PDPLB tersebut PLH Kepala Kanwil DJBC Sumatera Utara, Abdul Harris berharap fasilitas tersebut dapat berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sumatera Utara. Ia juga berharap fasilitas tersebut bisa digunakan dengan sebaik-baiknya dan tidak disalahgunakan. Sejalan dengan pernyataan Abdul Harris, Sucipto mengucapkan terima kasih atas izin yang telah diberikan. Ia juga berjanji akan berkomitmen kepada peraturan yang ada.

PT BII sebelumnya merupakan Perusahaan Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK) yang memberikan pelayanan jasa kepabeanan secara nasional. Seiring waktu berjalan PT BII ingin mengembangkan bisnisnya menjadi penyelenggara PLB untuk mendukung industri dalam negeri.

Page 9 of 17
1 7 8 9 10 11 17