Kanwil BC Sumut adakan Sharing Session IT Inventory Kawasan Berikat

Salah satu fungsi  Direktorat  Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) adalah sebagai industrial assistance dengan mendorong industri di Indonesia agar berjalan secara optimal. Dalam rangka menjalankan fungsinya, Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara mengadakan Sharing Session IT Inventory Kawasan Berikat dengan mengundang para kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) di Lingkungan Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara pada tanggal 20 Agustus 2019 bertempat di Aula Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara.

Mathias Buluama, Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara dalam sambutannya mengatakan bahwa IT Inventory harus benar-benar berjalan dengan baik agar penerapan kawasan berikat mandiri bisa berhasil. “Kita mengandalkan teknologi informasi untuk pengawasan tempat penimbunan berikat, sudah sewajibnya kita terutama KPPBC yang mengawasi, harus tau apa yang diawasi”, ujar Mathias dalam sambutannya.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi IT Inventory kawasan berikat, baik dari sisi pelayanan, pengawasan maupun sistem aplikasi oleh Agus Sujendro, Pengawas Teknis Audit (PTA) Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara. Serta pemaparan materi tentang contoh IT Inventory oleh Ricky Indra Wahyudi, Pimpinan CV. Mezha Digital Solusindo. Acara ditutup dengan tanya jawab dari peserta sharing session.

Dengan diselenggarakannya kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan komunikasi dan koordinasi dalam pelaksanaan bulan pembinaan dan penegakan IT Inventory di kawasan berikat.

Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pengawas Kanwil DJBC Sumut

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sumatera Utara, Oza Olavia melantik dan mengambil sumpah jabatan pengawas di Lingkungan Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara pada Senin (19/08) di Ruang Rapat B Gedung Keuangan Negara, Medan.

Pada upacara pelantikan tersebut pejabat yang dilantik berjumlah tujuh orang berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai nomor KEP-26/BC/UP.9/2019 tentang Mutasi dan Pengangkatan dalam Jabatan Pengawas di Lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Para pejabat yang dilantik adalah Teguh Masdar, Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai KPPBC TMP Belawan, Hantyo Pranolo Kepala Seksi Perbendaharaan KPPBC TMP B Medan, Juni Ismanto Kepala Seksi Pengolahan Data Administrasi KPPBC TMP B Medan, Efan Sandy Akbar, Kepala Subbagian Umum KPPBC TMP B Kualanamu, Muhammad Nasir Kepala Subbagian Umum Balai Laboratorium Bea dan Cukai (BLBC) Kelas II Medan, Wayitno, Kepala Seksi Teknis Laboratorium BLBC Kelas II Medan dan Sutrisna Kepala Seksi Program dan Evaluasi BLBC Kelas II Medan.

Dalam amanatnya, Oza Olavia mengucapkan selamat bergabung kepada para pejabat yang dilantik. “Saya ucapkan selamat bergabung di Lingkungan Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara. Saya berharap para pejabat yang baru saja  dilantik ini dapat memberikan kontribusi yang lebih baik lagi dari tempat sebelumnya,” ujar Oza. Ia juga mengingatkan untuk selalu menjaga integritas dalam melaksanakan tugas.

PKL Mahasiswa Prodip I Kepabeanan dan Cukai PKN STAN 2019

Sebanyak  11 mahasiswa dari Program Diploma I Kepabeanan dan Cukai Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN melaksanakan presentasi laporan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara pada Kamis, 15 Agustus 2019. Para mahasiswa tersebut telah melaksanakan PKL sejak tanggal 22 Juli 2019 di Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara.

Presentasi laporan dilakukan di depan Kepala Sub Bagian Kepegawaian, Aji Kundoyo, Kepala Seksi Kepatuhan Pelaksanaan Tugas Pelayanan, Toupik Kurrohman, dan Kepala Seksi Perijinan dan Fasilitas Kepabeanan dan Cukai II, Derry Arifin. Selama masa PKL para mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu yang di dapat selama kuliah dan mendapat pengalaman bekerja.

Dalam masa PKL, mahasiswa dibagi menjadi empat kelompok dan tiap kelompok secara bergiliran menempati satu bidang/bagian selama tiga hari. Kedatangan mereka mendapatkan respon positif dari para pegawai Kanwil DJBC Sumatera Utara karena sangat membantu pekerjaan para pegawai. Melalui kegiatan PKL, mahasiswa diharapkan dapat membuka pikiran untuk menambah wawasan dengan ide-ide baru yang lebih kreatif dan positif.

“Terima kasih kepada para pejabat dan para senior yang ada di Kanwil DJBC Sumut, karena selama PKL disini kami mendapatkan banyak manfaat yang akan kami pergunakan di dunia kerja kami nanti,” ujar Irsyad Maulana selaku koordinator mahasiswa PKL.

Penutupan DTU Kesamaptaan Angkatan I TA 2019 BDK Medan

Diklat Teknis Umum (DTU) Kesamaptaan merupakan diklat yang wajib diikuti oleh seluruh pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Jumat, 9 Agustus 2019, Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara yang diwakilkan oleh Kepala Bagian Umum Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara memimpin upacara penutupan DTU Kesamaptaan Angkatan I Tahun Anggaran 2019 BDK Medan di Lapangan Batalyon Komando 469 Paskhas, Jl. Garuda, Sari Rejo, Medan Polonia, Kota Medan, Sumatera Utara.

Sesuai dengan Nota Dinas Sekertariat Direktorat Jenderal nomor ND-1863/BC.01/2019 tanggal 20 Juni 2019 hal Pemanggilan Calon Peserta Pelatihan Teknis Kesamaptaan Angkatan I TA 2019 BDK Medan, DTU Kesamaptaan ini berlangsung dari tanggal 15 Juli sampai 9 Agustus 2019 dan diikuti oleh 55 pegawai dari unit kerja di lingkungan Kantor Wilayah DJBC Suatera Utara dan Kantor Wilayah DJBC Aceh.

Pegawai yang menjadi siswa DTU Kesamaptaan menerima pembelajaran baik teori maupun praktek di lapangan seperti peraturan baris berbaris, penghormatan, upacara, pengetahuan dan penggunaan senjata, olahraga militer, bela diri, dan kegiatan lainnya. Seluruh kegiatan yang dilakukan siswa DTU Kesamaptaan bertujuan untuk membentuk sikap pegawai DJBC, menguatkan fisik dan mental, serta memberikan pengalaman dididik oleh Tentara Nasional Indonesia yang nantinya akan berguna dalam menghadapi kejadian-kejadian tidak terduga di lapangan.

Dalam amanatnya, Kepala Bagian Umum Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara, Abdul Harris, mengatakan bahwa penting adanya DTU Kesamaptaan ini untuk mendidik mental dan fisik pegawai bea cukai. “Saya harap apa yang telah dipelajari di Batalyon Komando 469 Paskhas ini dapat dibawa dan dipraktekkan saat menjalanan tugas di kantor masing-masing,” ujar Harris.

BNN dan BC Musnahkan 6 Kg Sabu

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sumatera Utara bersama dengan Badan Narkotik Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara memusnahkan barang bukti Narkotika Psikotropika dan Prekursor (NPP), Selasa, 6 Agustus 2019. Adapun barang bukti yang dimusnahkan berupa sabu-sabu (methamphetamine) seberat 6.000 gram (6 kg) serta pil ekstasi yang berjumlah 1000 butir.

Bertempat di halaman kantor BNNP Sumatera Utara, pemusnahan tersebut disaksikan oleh jajaran Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut), dan sejumlah perwakilan institusi lainnya. Pemusnahan seluruh barang bukti tersebut dilakukan dengan cara dimasukkan ke dalam mesin khusus pembakar/pemusnah narkoba yang diletakkan di dalam sebuah mobil milik BNN dan berlangsung secara singkat.

“Barang haram yang kita musnahkan tersebut dapat menyelamatkan anak bangsa setidak-tidaknya 34.000 orang”, kata Kepala BNNP Sumut Brigjend Polisi Atrial. “Narkotika tersebut diselundupkan oleh empat tersangka, yakni dua warga Malaysia dan dua warga Indonesia”, tambahnya.

Sebelum dimusnahkan, seluruh NPP tersebut ditangkap di perairan utara Gosong, Sigunaguna, Serdang Bedagai oleh petugas patroli Kanwil Bea Cukai Sumut. Penangkapan narkoba tersebut berawal dari informasi yang disampaikan oleh masyarakat bahwa dua warga Malaysia berinisial YBL (55) dan OCP (56), membawa 6 kg sabu dengan menggunakan perahu cepat di perairan Utara Gosong Siguna-guna, Selat Malaka. Keduanya kemudian ditangkap patroli Bea Cukai pada Senin, 1 Juli, sekitar pukul 23.00 WIB. Sedangkan dua warga Indonesia, AV (32) dan SR (29), ditangkap setelah pengembangan kasus oleh BNNP Sumut.

AV dan SR ditangkap BNNP Sumut ketika sedang mengedarkan narkoba tersebut di Medan. Setelah mengamankan AV, kemudian istrinya, RS, datang secara sukarela dan ikut diamankan oleh petugas BNNP Sumut. Hingga kini, dilaporkan bahwa tersangka OCP bertugas sebagai nakhoda, sedangkan YBL bertugas untuk menyiapkan dan mengatur serah terima barang di laut. Narkoba itu dibawa dari Pantai Kualau Kurau Perak, Malaysia atas perintah Mr. X yang berada di Malaysia.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Pasal 112 ayat (2) serta Pasal 132 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman maksimal hukuman mati.

Page 8 of 17
1 6 7 8 9 10 17