Rapat Kerja Terbatas Kanwil DJBC Sumatera Utara

Dalam rangka meningkatkan kinerja dan menjamin pencapaian sasaran dan target pelaksanaan tugas, Kanwil DJBC Sumut mengadakan Rapat Kerja Terbatas Semester I Tahun 2020 hari Senin, 20 Juli 2020 bertempat di Aula Lantai IV Kanwil DJBC Sumut. Dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, acara ini dihadiri oleh Kepala Bagian, para Kepala Bidang, Pengawas Mutu Audit (PMA), seluruh Kepala KPPBC di lingkungan Kanwil DJBC Sumut dan Kepala BLBC Kelas II Medan.

Rapat dibuka langsung oleh Oza Olavia selaku Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumut. Pembahasan rapat dimulai dengan penyampaian terkait evaluasi Semester I Program Kerja 2020 dan evaluasi proses bisnis di masa New Normal baik pengelolaan SDM dan Keuangan maupun Pengelolaan Pelayanan. Selain itu juga terdapat pembahasan pengelolaan pengawasan oleh KPPBC TMP C Teluk Nibung.

Oza Olavia mengapresiasi atas pelayanan, pengawasan dan seksi pendukung yang tetap melaksanakan tugas-tugas dengan baik di kantor pelayanan maupun BLBC di tengah kondisi pandemi ini. Ia mengharapkan agar di masa pandemi COVID-19 ini, kegiatan pelayanan tetap dilakukan dengan cepat & profesional, dan terus mengawasi barang impor yang diberikan fasilitas pembebasan dalam rangka penanganan COVID-19.

Bea Cukai Musnahkan Barang Tangkapan Senilai 3,2 Milyar Rupiah

Bea Cukai Kanwil Sumut dan Bea Cukai Belawan melaksanakan pemusnahan barang tangkapan hasil pelanggaran kepabeanan dan cukai senilai 3,2 Milyar rupiah di Lapangan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) Belawan, pada Rabu 15 Juli 2020. Barang yang dimusnahkan merupakan hasil penindakan yang dilakukan oleh Bea Cukai bersama dengan KODAM I Bukit Barisan, POMDAM I Bukit Barisan dan Direktorat Kriminal Khusus Polda Sumut selama tahun 2019 s.d. 2020.

Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar pada tungku pembakaran dan dipecahkan di dalam tong untuk barang jenis Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA). Pemusnahan dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19.  

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Utara, Oza Olavia menjelaskan barang-barang yang dimusnahkan. Barang yang dimusnahkan terdiri dari olahan makanan, kosmetik, bahan makanan, kain gorden, racun serangga dll sebanyak 6.597 pcs, rokok tanpa pita cukai sebanyak 2.866.480 batang, MMEA ilegal sebanyak 141 botol, pakaian bekas sebanyak 37 bale, dan kelapa bulat bekas ekspor sebanyak 611 bags. “Dari barang-barang tersebut potensi kerugian negara diperkirakan sebesar 2,2 Milyar rupiah,” ujar Oza.

Di Provinsi Sumatera Utara, khususnya Pesisir Pantai Timur Sumatera Utara, rawan terhadap kemungkinan terjadinya penyelundupan barang impor ilegal seperti narkotika, rokok dan minuman keras, sehingga saat ini Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dan Kantor-Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai di wilayah Sumatera Utara bersinergi dengan Aparat TNI, POLRI, Pemda serta masyarakat, untuk terus berkomitmen melakukan penertiban secara berkesinambungan.

Bea Cukai Kembali Gagalkan Penyelundupan Rokok Ilegal

Tim gabungan Bea Cukai Kanwil Sumut dan Kodam I Bukit Barisan berhasil menggagalkan penyelundupan rokok ilegal di Jalan Tol Tebing Tinggi – Medan pada Sabtu (27/6). Dari penangkapan tersebut tim mengamankan barang bukti berupa 388 kotak berisi rokok yang tidak dilekati pita cukai.

Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan BC Kanwil Sumut, Sodikin menjelaskan kronologis kejadian. “Upaya penangkapan bermula saat tim penindakan BC Kanwil Sumut mendapat informasi dari BC Kanwil Jawa Tengah terkait adanya pengiriman rokok ilegal yang akan melalui jalur lintas Sumatera. Dengan informasi yang terbatas, petugas berhasil menemukan truk Dyna warna merah yang dicurigai memuat rokok ilegal. Kemudian tim gabungan melakukan penghentian terhadap truk tersebut dan setelah dilakukan pemeriksaan tim menemukan ratusan karton rokok tanpa dilekati pita cukai,” ungkap Sodikin. Barang bukti berupa 388 karton rokok, truk, alat komunikasi berupa handphone dan para pelaku yang berjumlah tiga orang kemudian dibawa ke kantor BC Kanwil Sumut untuk diperiksa lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan, 388 kotak rokok tersebut berisi 1.522.000 batang rokok tanpa dilekati pita cukai dari berbagai merk yaitu Laris Brow, L4 Bold International, L4 Bold Executive, SM King, Rohas dan S3. Diketahui rokok tersebut berasal dari Jepara dan sempat melakukan pemuatan di daerah Palembang. Rokok tersebut merupakan rokok jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM) Golongan I dengan tarif Rp 740/batang. Diperkirakan potensi kerugian negara yang diakibatkan dari penyelundupan tersebut mencapai 1,14 milyar rupiah.

Ketiga pelaku terdiri dari dua orang pria berinisial T dan S serta satu orang wanita berinisial S diduga melanggar Pasal 54 UU No. 38 tahun 2007 tentang Cukai dan terancam pidana paling lama 5 tahun dan/atau pidana denda paling banyak 10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.

Meskipun dalam pandemi COVID-19, Bea Cukai akan terus melakukan pengawasan terhadap barang-barang ilegal di Indonesia. Dalam melakukan pengawasan, Bea Cukai selalu bersinergi dengan aparat penegak hukum lain agar kegiatan pengawasan berjalan dengan efektif.

Bea Cukai – BNN Gagalkan Penyelundupan Sabu

Tim gabungan Bea Cukai (BC) Kanwil Sumut, BC Kanwil Aceh, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara, Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Pidie, dan Bea Cukai Lhokseumawe berhasil menggagalkan penyelundupan 37 bungkus narkotika jenis methamphetamine (sabu) dengan berat total sekitar 37 kilogram. Penangkapan tersebut terjadi di Bireuen, Provinsi Aceh dan Medan, Provinsi Sumatera Utara pada 25 dan 27 Juni 2020.

Kronologi pengangkapan berawal dari informasi Pusat Komando Operasi (PUSKOOPS) Interdiksi Terpadu BNN Pusat, Jakarta. Dari informasi yang didapat bahwa akan ada penyelundupan narkotik jenis sabu yang dibawa dari Malaysia ke perairan Kuala Bireuen Aceh yang rencananya akan diedarkan di wilayah Aceh dan Sumatera Utara.

Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Arman Depari menjelaskan kronologis penangkapan. “Pada Kamis (25/6) Tim BNN berdasarkan hasil penyelidikan menduga kapal yang menjadi target akan masuk perairan Aceh pada hari Jumat atau Sabtu. Menindklanjuti hal tersebut, tim BNN berkoordinasi dengan BC Kanwil Aceh. Tim BC Kanwil Aceh kemudian menggerakkan kapal patroli laut BC 15021 dan BC 20011 untuk melakukan pemantauan di laut atas informasi Ship to Ship (STS) Narkotika oleh Kapal Nelayan jenis Oskadaon di perairan Malaysia,” ungkap Arman.

“Kemudian pada hari Sabtu lalu (27/6) tim gabungan berhasil mendeteksi pergerakan 2 orang tersangka beserta sejumlah barang bukti narkotika menggunakan mobil ke arah Medan, dan pada akhirnya dapat mengamankan tersangka berinisial MF dan MR di Jalan Raya Binjai KM 14 bersama barang bukti narkotika jenis sabu sebanyak 29 bungkus yang disimpan dalam dua karung,” tutur Arman. Berdasarkan keterangan tersangka, barang bukti tersebut rencananya akan diserahterimakan kepada seseorang di Medan kemudian dibawa ke Surabaya.

Dari keterangan tersangka MF dan MR, petugas kemudian mengamankan tersangka lainya yaitu BW dan AM di area parkir Carrefour Plaza Medan. Kedua tersangka merupakan orang yang rencananya akan membawa barang bukti tersebut menuju Surabaya. Dari penangkapan tersebut, kemudian pengembangan dilanjutkan ke wilayah Kabupaten Bireuen. Dari hasil pengembangan, tim gabungan BC Kanwil Aceh dan BNNK Pidie berhasil mengamankan 8 bungkus narkotika jenis sabu yang disembunyikan oleh pelaku RZ di gudang milik MRU yang berada di Jeumpa, Kabupaten Bireuen.

Kepala Kantor BC Kanwil Sumut, Oza Olavia menerangkan bahwa penengkapan tersebut merupakan bukti sinergi yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), BNN, TNI dan POLRI terkait upaya memutus rantai penyelundupan narkotika ke Indonesia. “Dalam rangka upaya pemberantasan narkotika ini, kami berharap masukan informasi dari masyarakat terkait peredaran narkotika ini. Karena dengan usaha bersama kita meyakini kita bisa memutus rantai peredaran narkotika ini,” ujar Oza pada acara konferensi pers di Kantor BNNP Sumatera Utara pada Senin (29/6). Diharapkan, kedepannya sinergi antara aparat penegak hukum dan masyarakat akan semakin baik sehingga Indonesia dapat terbebas dari bahaya narkotika.

Internalisasi Pegawai Menyambut Era New Normal

Jumat, 12 Juni 2020, Bea Cukai Kanwil Sumatera Utara melakukan internalisasi terkait Surat Edaran Menteri Keuangan nomor SE-22/MK.1/2020 tentang Sistem Kerja Kementerian Keuangan pada Masa Transisi dalam Tatanan Normal Baru. Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom dan diikutin oleh pejabat dan pegawai Kanwil DJBC Sumut.

Kegiatan internalisasi ini dibuka oleh Anis Solikah selaku Kepala Bagian Umum Kanwil DJBC Sumut. Anis menyampaikan bahwa dalam menjalani masa transisi menuju New Normal dibutuhkan pemahaman pegawai terhadap perubahan pola hidup dan sistem kerja pada masa transisi menuju tatanan new normal. Adapun perubahan ini diantaranya adalah penyesuaian pola kerja Work From Office (WFO) maupun Flexible Working Space (FWS) melalui mekanisme Work From Home (WFH).

Pemaparan materi internalisasi disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kasubbag Kepegawaian, Boboy Damanik. Dalam pemaparannya, Boboy menyampaikan pengaturan sistem kerja pada masa transisi dalam tatanan normal baru yang produktif dan aman dari COVID-19.

Pemaparan materi meliputi panduan umum, panduan pelaksanaan WFO, panduan pelaksanaan Flexible Working Space (FWS) melalui mekanisme WFH, panduan presensi dan pelaporan tugas, panduan peningkatan pelaksanaan Teknologi Informasi dan Kokunikasi (TIK), panduan beribadah di tempat umum/kantor, dan panduan lainnya.

Dengan adanya panduan-panduan tersebut, diharapkan penerapan pola kerja yang baru dalam masa transisi menuju tatanan normal baru tidak menurunkan kinerja pengawasan dan pelayanan di Bea Cukai Kanwil Sumut.

Page 1 of 22
1 2 3 22