BTKI 2022 Segera Berlaku, BC Kanwil Sumut Asistensi Stakeholder

Liberalisasi perdagangan menyebabkan perekonomian negara di dunia menjadi semakin terbuka. Jenis barang yang diperdagangkan pun semakin beragam, baik adanya barang baru, barang yang menggantikan barang yang telah ada, bahkan barang yang sudah tidak diperdagangkan lagi. Dinamisnya perdagangan internasional ini menyebabkan perlunya sistem harmonisasi barang yang mampu mengikuti perkembangan zaman.

Buku Tarif Kepabeanan Indonesia (BTKI) yang mengacu pada World Customs Organization (WCO) Harmonized System dan ASEAN Harmonized Tariff Nomenclature (AHTN) hadir sebagai sebagai acuan klasifikasi barang yang terus menyesuaikan dengan perubahan pola perdagangan dan situasi global terkini. Sistem harmonisasi barang ini akan diperbaharui setiap lima tahun sekali dan terhitung mulai 1 April 2022 BTKI 2022 akan menggantikan BTKI 2017. Untuk itu Bea Cukai Kanwil Sumut bekerja sama dengan Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) mengadakan Asistensi Persiapan Implementasi BTKI 2022 yang diadakan di Kantor Bea Cukai Belawan, Medan (28/03). Mengundang seluruh stakeholder, baik itu pelaku usaha maupun kementerian dan lembaga terkait, acara ini dilaksanakan secara daring dan luring.

Acara dibuka dengan pemberian gambaran umum BTKI oleh Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai, Deny Sudrajat, dan Kepala Kantor Bea Cukai Belawan, Tri Utomo. Dilanjutkan dengan dengan pemaparan pokok bahasan seputar latar belakang, proses penyusunan, gambaran amandemen, dan dampak amandemen yang dibawakan oleh Benediktus Jarot Jatmika, Sofian Manahara, dan Hastomo Arbi dari Direktorat Teknis Kepabeanan.

Dengan diadakannya asistensi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat dan pemangku kepentingan akan adanya BTKI 2022. “BTKI 2022 ini dibuat untuk memfasilitasi perdagangan internasional, mempermudah proses pertukaran, serta dapat mengakomodasi kelancaran arus barang,” ujar Deny Sudrajat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *