BEA CUKAI SUMUT TANGKAP ROKOK ILLEGAL

Humas Sumut/ June 3, 2019/ Keranjang Berita/ 0 comments

Secara beruntun dalam seminggu lalu Kanwil Bea Cukai Sumatera Utara melakukan penangkapan rokok illegal yang akan diedarkan di wilayah Sumatera Utara.  Pada tanggal 23 Mei 2019, sebuah truk tronton dari Jawa Tengah bermuatan 450 box atau sejumlah 7.200.000 batang rokok illegal berupa rokok salah peruntukan, diamankan di Gudang sekitar jalan Krakatau medan.  Dilanjutkan pada tanggal 27 Mei 2019 kembali Kanwil Bea dan Cukai menangkap 108 box atau sejumlah 1.080.000 batang rokok illegal berupa rokok polos tanpa pita cukai.

Dalam penjelasannya, Oza Olavia Kakanwil Bea Cukai Sumatera Utara mengatakan rokok illegal berupa rokok salah peruntukan maksudnya adalah rokok kemasan isi 20 batang, tetapi dilekati dengan pita cukai rokok kemasan isi 12 batang.  Sehingga terjadi kekurangan pembayaran cukai setidaknya sebesar Rp. 2.1 Miliar rupiah.  Sementara itu rokok illegal berupa rokok polos tanpa pita cukai adalah rokok yang diedarkan dalam kemasan yang sama sekali tanpa membayar cukai.  Pelekatan pita cukai pada kemasan rokok merupakan bukti bahwa rokok tersebut telah dibayar cukainya kepada Negara.  Kerugian Negara dari kasus tersebut adalah sekitar 702 juta rupiah.

Khusus untuk pelanggaran rokok polos, Oza Olavia mewanti-wanti kepada masyarakat Sumatera Utara khususnya para penjual, baik grosir ataupun toko eceran untuk tidak terlibat memperjual belikannya.  Karena dalam Undang-undang Cukai disebutkan siapa saja yang memperjualbelikan rokok polos, atau bahkan kepada siapapun yang memperoleh, menimbun atau menyimpan Rokok Polos maka akan dikenakan sanksi pidana penjara antara 1 tahun samapi 5 tahun.  Di tahun 2019 ini setidaknya sudah 5 orang dipenjarakan karena bertindak sebagai distributor rokok polos.

Tentu akan sangat rugi jika karena jumlah keuntungan yang tidak seberapa menjual rokok polos, para penjual eceran (kedai) harus menanggung hukuman penjara” tambahnya.

Bea Cukai Sumatera Utara mengidentifikasi sejak akhir 2018 hingga saat ini peredaran rokok illegal diperkirakan mengalami peningkatan, baik yang berasal dari Pulau Jawa atau yang diselundupkan dari Batam/Singapura melalui Perairan Riau.  Kesimpulan ini didasarkan data peningkatan tangkapan rokok Kanwil Bea Cukai Sumatera Utara yang hingga Mei 2019 ini saja sudah mencapai 12.550.746 batang.  Jumlah tersebut telah melampaui jumlah tangkapan 2 tahun terakhir berturut-turut tahun 2017 dan 2018 sejumlah 6.855.193 batang.

Oza Olavia meminta masyarakat untuk turut membantu pemberantasan rokok illegal ini, karena akibatnya akan secara langsung berpengaruh pada roda pembangunan di Sumatera Utara.  Jika rokok illegal banyak beredar maka pembayaran Cukai Rokok dan Pajak Rokok menjadi berkurang.  Padahal dari pungutan ini akan langsung dialokasikan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) kepada Pemerintah Provinsi dan seluruh Pemerintah Kabupaten dan Kota di Sumatera Utara untuk pembiayaan Jaminan Kesehatan Masyarakat, pengembangan industri kecil dan menengah atau pembangunan infrastrukstur lain.

Dampak lain yang mungkin terjadi adalah meningkatknya pengangguran dan runtuhnya industri pertanian tembakau dan industri rokok di Sumatera Utara.

Untuk itu, pada tanggal 16 Mei 2019 Kanwil Bea Cukai Sumatera Utara telah menjalin kerjasama dengan Bappeda Provinsi dan seluruh Pemerintah Kabupaten dan Kota di Sumatera Utara, untuk mensinergikan dan mengefektifkan gerakan sosialisasi dan pemberantasan rokok illegal. Gerakan bersama ini diharapkan dapat menghilangkan perbedaan intensitas gerakan sosialisasi dan pemberantasan rokok illegal antara Kabupaten / Kota pengelola industri pertanian tembakau atau industri rokok, dengan daerah lain sebagai daerah pemasaran rokok.

Share this Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
*
*