Bea Cukai Sumut dan BNNP Sumut Gagalkan Penyelundupan Sabu Seberat 6 KG

Admin/ July 9, 2019/ Keranjang Berita/ 0 comments

Tim gabungan Bea dan Cukai (BC) Sumatera Utara bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara menggagalkan upaya penyelundupan sabu seberat 6 kg. Penangkapan tersebut dilakukan di perairan Selat Malaka, tepatnya di perairan utara Gosong Sibunga-bunga, Sumatera Utara pada Senin (1/7).

Penangkapan berawal dari informasi yang diperoleh dari hasil pemeriksaan penumpang pesawat asal Penang oleh petugas BC Kualanamu dan Tim CNT (Customs Narcotics Team) Kanwil DJBC Sumut. Dari pemeriksaan tersebut diketahui akan ada penyelundupan sabu ke Indonesia melalui jalur laut pada Senin (1/7). Kemudian petugas segera berkoordinasi dengan BNNP Sumut untuk menindaklanjuti informasi tersebut. Diketahui pula bahwa penyelundupan akan dilakukan di perairan utara Gosong Sibunga-bunga.

Pada hari Senin (1/7) Tim gabungan yang terdiri dari Kanwil DJBC Sumut dan BNNP Sumut bergerak ke perairan utara Gosong Sibunga-bunga menggunakan kapal patrol BC 10001 dan kapal kayu nelayan untuk melakukan penegahan. Sekitar pukul 21.00 WIB tim gabungan melakukan penegahan terhadap speed boat asal Malaysia di perairan Indonesia. Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan tas jinjing warna merah berisi enam bungkus plastik hitam berisi sabu seberat 6 kilogram bersama dua orang tersangka warga negara Malaysia.  

Barang bukti berupa 6 kilogram sabu serta kedua tersangka pemilik barang berinisial YBL (55) dan nahkoda kapal berinisal OCP (56) diamankan ke BNNP Sumut untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Penangkapan tiga tersangka lainnya

Ditemui di acara press release pada Selasa (9/7), Kepala BNNP Sumut Atrial menjelaskan bahwa dari hasil pengembangan kasus tersebut, petugas BNNP Sumut berhasil menangkap 3 orang tersangka lainnya.  Ketiga tersangka masing-masing berinisial AV (32), RS (30) dan SR (29) merupakan warga negara Indonesia yang diduga akan menerima dan mengedarkan barang narkotika tersebut.

“Terhadap tersangka YBL, OCP, AV, RS, dan SR dipersangkakan pasal 114 ayat (2), pasal 112 ayat (2), pasal 132 Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana hukuman mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 (enam) tahun,” ujarnya.

Kepala Kanwil DJBC Sumatera Utara mengapresiasi sinergi antara DJBC, BNN, dan Kepolisian dalam penangkapan tersebut. “Saya sangat mengapresiasi atas controlled delivery yang dilakukan BNN dan Kepolisian. Saya berharap sinergi ini dapat terus berlangsung dan semakin ditingkatkan lagi demi melindungi anak bangsa dari peredaran narkotika,” pungkas Oza.

Share this Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
*
*