35000 Gram Sabu Gagal Beredar

Tim gabungan Bea dan Cukai (BC) Sumatera Utara bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara menggagalkan upaya peredaran sabu seberat 35.000 (tiga puluh lima ribu) gram. Ditemui pada acara press release di Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara, Medan (09/06), Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sumatera Utara, Parjiya, menjelaskan bahwa penangkapan tersebut dilakukan di Bandara Kualanamu (20/5) dan Kota Medan, tepatnya di Kelurahan Medan Johor (31/5).

Penangkapan berawal dari informasi yang diperoleh BNN Provinsi Sumatera Utara bahwa akan ada pengiriman narkotika jenis sabu dari Deli Serdang menuju Provinsi lain dengan menggunakan jasa ekspedisi. Hasil penyelidikan dan Tracing diketahui bahwa paket tersebut sudah berada di Regulated Agent PT Apollo Kualanamu yang berada di Pergudangan Kargo Lini 2 No. A5 – A8 Bandara Internasional Kualanamu, Ps. Enam Kuala Namu, Kec. Beringin, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (20/5). Tim Interdiksi yang terdiri dari Bea Cukai Kanwil Sumut, Bea Cukai Kualanamu, BNNP Sumatera Utara dan Regulated Agent PT Apollo Kualanamu kemudian melakukan pemeriksaan terhadap paket tersebut.

Hasil pemeriksaan menunjukan bahwa benar Paket tersebut berisi narkotika Jenis sabu dengan berat 1.000 (seribu) gram yang disamarkan dengan bubuk kopi tujuan Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat. Hasil interogasi terhadap tersangka diakui bahwa benar tersangka mengirim narkotika jenis sabu sebanyak 1.000 (seribu) gram tujuan Kota Mataram Prov. NTB. Adapun pemesan narkotika tersebut bernama “E” yang berasal dari Mataram. Tersangka “B” mengakui bahwa “E” juga sedang menginap di The Crew Hotel. Kemudian dilakukan koordinasi dengan Pihak Manajemen The Crew Hotel dan diketahui bahwa “E” menginap di Kamar 327. Pada Jumat (20/5) pukul 17.25 WIB, tim mengamankan tersangka “E” yang merupakan Pembeli narkotika tersebut untuk diproses lebih lanjut.

Tim Interdiksi Sumut juga berhasil menangkap 4 orang tersangka lainnya, yang berasal dari pengembangan kasus-kasus sebelumnya.  Keempat tersangka masing-masing berinisial M(43), RJ(40), APN(46), dan DPY(39) merupakan warga negara Indonesia yang diduga mengedarkan narkotika tersebut.

Penangkapan berawal dari informasi yang diperoleh BNN Provinsi Sumatera Utara bahwa akan ada pengiriman narkotika jenis sabu dari Medan menuju Provinsi lain dengan menggunakan jasa ekspedisi. Atas informasi tersebut dilakukan penyelidikan berupa pulbaket terhadap pengirim narkotika tersebut yang diketahui dari daerah Johor dan juga melakukan tracing pada jasa ekspedisi dan diketahui bahwa paket tersebut sudah berada di Regulated Agent PT Apollo Kualanamu. Hasil pemeriksaan bersama dengan Bea Cukai Kualanamu dan Pihak R.A. Apollo Kualanamu bahwa benar paket tersebut berisi narkotika Jenis sabu dengan berat 3.000 (tiga ribu) gram yang dibungkus dengan bedcover yang dikirimkan melalui Jasa Ekspedisi Sicepat Pangakalan Mansyur.

Atas penemuan tersebut dilakukan penyelidikan lebih lanjut berupa tracing paket yang sama dan diperoleh hasil bahwa pengirim telah mengirimkan paket yang lain sebanyak 3 paket yang berisi 7.000 (tujuh ribu) gram sabu dengan tujuan yang berbeda.

Pada Selasa (31/5), Bea Cukai Kanwil Sumatera Utara bersama dengan Tim BNNP Sumatera Utara dan Bea Cukai Kualanamu berhasil mengamankan tersangka yang bernama “M” bersama dengan temannya yang bernama “RJ”. Hasil interogasi terhadap tersangka “M” diakui bahwa benar dia yang mengantarkan paket tersebut bersama dengan temannya yang bernama “APN” Als “W”. Kemudian Tim Interdiksi melakukan penggeledahan terhadap kos yang ditempati oleh tersangka “RJ” dan ditemukan barang bukti narkotika jenis sabu sebanyak 24 (dua puluh empat) bungkus dengan berat 24.000 (dua puluh empat ribu) gram Kemudian “RJ” mengakui bahwa dia menyimpan timbangan di rumah pacarnya yang berada di Jl. Karya Muda. Pada saat dilakukan penggeledahan, di rumah tersebut ditemukan timbangan digital. Seluruh tersangka dan barang bukti kemudian dibawa ke Kantor BNN Provinsi Sumatera Utara untuk diproses lebih lanjut.

Kepala Kanwil DJBC Sumatera Utara mengapresiasi sinergi antara Bea Cukai dan BNN dalam penangkapan tersebut. “Saya sangat mengapresiasi controlled delivery yang dilakukan Tim Interdiksi Sumatera Utara. Saya berharap sinergi ini dapat terus berlangsung dan semakin ditingkatkan lagi demi melindungi anak bangsa dari peredaran narkotika,” pungkas Parjiya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *