Workshop Identifikasi Pita Cukai Desain Tahun 2021

Medan (06/04) – Kanwil DJBC Sumatera Utara bersama Konsorsium Perum Peruri mengadakan  Workshop Identifikasi Keaslian Pita Cukai Desain Tahun 2021 bertempat di Gedung Keuangan Negara Medan jl. Diponegoro No.30  Lt2 Aula Toba, deengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Acara tersebut dibuka oleh Ambang Priyonggo, Plt. Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara, hadir pula Sunaryo, Kasubdit Tarif Cukai dan Harga Dasar. Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman identifikasi tentang desain pita cukai tahun 2021 dengan mengundang perwakilan dari beberapa kantor pelayanan Bea Cukai di Lingkungan Kanwil Sumatera Utara dan Kanwil Aceh. 

Ambang Priyonggo, Plt. Kepala Kanwil DJBC Sumut dalam pembukaannya mengatakan bahwa penerimaan cukai sekarang ini sangat berperan dalam menjaga ekonomi agar tidak merosot khususnya di masa pandemi.
Identifikasi pita cukai juga dipermudah dengan aplikasi dari Perum Peruri sehingga Bea Cukai bisa semakin baik dalam mengawasi dan meminimalkan peredaran barang kena cukai ilegal.

Dalam workshop ini Tim Konsorsium Perum Peruri juga melakukan sosialisasi tentang alur layanan identifikasi pita cukai. Dari data jumlah hasil identifikasi sampel pita cukai tahun 2020 oleh Perum Peruri, pita cukai palsu yang beredar masih ada sebanyak 22%, pita cukai bekas sebanyak 39% dari total sampel sebanyak 1 juta sampel.

Customs Visits PT Musim Mas KIM II

Menjalankan fungsinya sebagai Trade Facilitator dan Industrial Assistance, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sumatera Utara mengadakan Customs Visits Customer (CVC) ke PT Musim Mas KIM II, Jumat (19/03). Dengan tetap menjalankan protokol Kesehatan, acara CVC ini dihadiri langsung oleh Plt. Kepala Kanwil DJBC Sumut, Ambang Priyonggo; Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) Belawan, Tri Utomo; Kepala KPPBC TMP B Medan, Dadan Farid; beserta rombongan yang dilaksanakan di PT Musim Mas KIM II, Kawasan Industri Medan Tahap II, Jl. Oleo Desa Saentis, Kec. Percut Sei Tuan, Kab. Deli Serdang, Sumatera Utara.

CVC merupakan salah satu wujud kepedulian Bea Cukai terhadap perkembangan industri dalam negeri yang sedang berusaha tetap bertahan di masa pandemi ini. Dengan mengenal lebih jauh tentang core business perusahaan serta kendala-kendala yang dihadapi oleh perusahaan, BC Sumut ingin agar PT Musim Mas KIM II dapat terus tumbuh. Sebagai Trade Facilitator dan Industrial Assistance Kanwil BC Sumut berusaha untuk mencarikan solusi terbaik dengan memberikan berbagai fasilitas fiskal yang ada.

Acara CVC ini diawali dengan sambutan Plt. Kakanwil DJBC Sumut, Ambang Priyonggo, dan sambutan Direktur PT Musim Mas KIM II, Lenny; lalu dilanjutkan dengan pemaparan proses bisnis perusahaan. PT Musim Mas KIM II juga mengajak rombongan untuk melihat langsung (Plant tour) bagaimana produk turunan dari minyak kelapa sawit diproduksi. PT Musim Mas KIM II merupakan salah satu Perusahaan Penerima Fasilitas Kawasan Berikat di Sumatera Utara yang bergerak di bidang pengolahan produk turunan dari kelapa sawit.

BC Sumut berharap tidak hanya PT Musim Mas KIM II, tapi seluruh stake holder dapat lebih mengenal Bea Cukai sehingga dapat terjalin hubungan yang konstruktif. Dalam sambutannya, Plt. Kakanwil DJBC Sumut, Ambang Priyongao, mengajak PT Musim Mas KIM II untuk dapat memanfaatkan fasilitas-fasilitas kepabeanan lain yang disediakan pemerintah. “Saya ingin PT Musim Mas KIM II dapat bersaing dengan Multinational Company lain, manfaatkan fasilitas-fasilitas yang disediakan negara, dan yang terpenting tetap jalin trust serta komunikasi yang baik dengan bea cukai,” ujar Ambang.

Sosialisasi Kawasan Berikat (KB) Mandiri dan Penganugerahan KB Terbaik

Medan, 18/02/2021. Bea Cukai Kanwil Sumatera Utara mengajak seluruh Kawasan Berikat di bawah lingkungan Kanwil DJBC Sumatera Utara dalam sosialisasi Kawasan Berikat Mandiri sekaligus penyerahan penghargaan Kawasan Berikat Terbaik Periode 2020.

Acara diadakan secara semi virtual di Aula Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara yang dihadiri oleh Plt. Kepala Kantor Wilayah Sumatera Utara, Ambang Priyonggo, Kepala Kantor Bea Cukai Medan, Dadan Farid, para pejabat adiministrator beserta pejabat Pengawas dan Fungsional juga pemimpin dari 3 Kawasan Terbaik yang akan diberikan penghargaan. Sedangkan narasumber dari Direktorat Fasilitas Kantor Pusat Bea dan Cukai, Kepala Satker dan perwakilan Kawasan Berikat yang lainnya mengikuti acara tersebut secara daring.

Sosialisasi diberikan oleh Bagus Nugroho, Kasubdit Tempat Penimbunan Berikat (TPB) dan Joko Pri Sukmono, Kepala Seksi Kawasan Berikat. Bagus menjelaskan dalam Kawasan Berikat Mandiri pelayanan akan dilakukan secara mandiri oleh perusahaan dan bersifat modern karena setiap kegiatan akan dipantau melalui CCTV dan Analisa IT Inventory. Tidak hanya memberikan kepastian dan kecepatan berusaha serta efisiensi biaya dan kecepatan layanan, tapi juga berimbas pada efisiensi SDM dan anggaran sehingga diharapkan mampu meningkatkan citra positif Bea dan Cukai Indonesia di mata domestik dan dunia.

Penghargaan yang diberikan kepada Kawasan Berikat juga melalui proses seleksi dengan kriteria penilaian kawasan berikat terbaik meliputi, sarana prasarana, IT Inventory, CCTV, kepatuhan penyampaian laporan, track record kepatuhan dan pelanggaran, dan kesehatan perusahaan.

Ambang Priyonggo berterima kasih atas kinerja pengguna jasa yang telah mendukung terlaksananya kegiatan pelayanan dan pengawasan yang optimal. “Saya berharap sosialisasi ini juga bisa menjadikan semangat Kawasan Berikat menuju Kawasan Berikat Mandiri. Pemberian penghargaan juga diharapkan dapat memotivasi dan memberikan dukungan untuk menggenjot kegiatan ekspor yang pada akhirnya dapat memberikan dorongan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional” jelas Ambang.

IHT Penetapan Tarif Cukai Hasil Tembakau

Dalam rangka peningkatan kompetensi pegawai, Kanwil Bea Cukai Sumatera Utara adakan In House Training (IHT) Penetapan Tarif Cukai Hasil Tembakau untuk seluruh pegawai Bea Cukai di Sumatera Utara, Jumat (26/02). IHT dilaksanakan secara daring sesuai dengan protokol pencegahan Covid-19 yang dianjurkan pemerintah.

Sebagai narasumber Bernandus Nababan dari KPPBC Pematangsiantar. Pelaksana tugas Kanwil DJBC Sumatera Utara, Ambang Priyonggo, mengatakan bahwa penetapan tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT) merupakan kompetensi yang harus dimiliki oleh seluruh pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). “Pegawai BC Sumut harus memiliki kemampuan yang menyeluruh, baik itu tentang kepabeanan maupun cukai,” ujar Ambang.

Berdasarkan Pasal 4 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai, Cukai Hasil Tembakau meliputi sigaret, cerutu, rokok daun, tembakau iris, dan hasil pengolahan tembakau lainnya, dengan tidak mengindahkan digunakan atau tidak bahan pengganti atau bahan pembantu dalam pembuatannya.

Bea Cukai Sumut dukung Program Beli Kreatif Danau Toba 2021

Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo, membuka Grand Launching “Program Beli Kreatif Danau Toba” secara daring, (20/02). Dengan tetap menjalankan protokol kesehatan, acara ini dihadiri langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno; Wamen Parekraf; para pimpinan daerah Provinsi Sumatera Utara bersama Forkominda; Plt. Kakanwil DJBC Sumatera Utara; Kakanwil DJP Sumut 1, dan Kakanwil DJP Sumut 2.

Program Beli Kreatif Danau Toba ini terselenggara atas kerjasama Kemenkeu, BI dan Kemenparekraf yang bertujuan untuk mendukung pelaku UMKM, khususnya di daerah Danau Toba yang menjadi salah satu destinasi super prioritas. Acara ini juga dihadiri secara daring oleh Menko Kemaritiman dan Investasi, Menteri Keuangan, Gubernur BI, Menteri Perhubungan yang diwakili oleh Sekjen Kemenhub, serta Menteri Komunikasi dan Informatika.

Kanwil DJBC Sumut berkolaborasi dengan instansi teknis terkait dan Pemda berkomitmen untuk mendukung upaya pemberdayaan UMKM untuk siap ekspor melalui asistensi, bimbingan teknis dan mediasi. Hal ini sejalan dengan program Pemulihan Ekonomi Nasional di masa pandemi.

Page 1 of 34
1 2 3 34