Kunjungan PT. Prima Terminal Petikemas

Rabu, 26 Februari 2020, Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara mendapat kunjungan dari PT. Prima Terminal Petikemas selaku pengelola Terminal Petikemas Belawan Fase II. Kunjungan ini dihadiri langsung oleh Direktur PT. Prima Terminal Petikemas dimana perusahaan baru mendapatkan izin sebagai pengelola Kawasan Pabean dan Tempat Penimbunan Sementara(TPS).

Courtesy Meeting Bersama Customs Counsellor of Belgian Embassy

Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara menerima kedatangan Customs Counsellor of Belgia, Eddy de Cuyper dan Economic Counsellor for Flanders, Marc Devriendt pada Senin, 25 Februari 2020. Pada pertemuan tersebut, Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara, Oza Olavia menjelaskan wilayah pengawasan dan fasilitas kepabeanan yang ada di Sumatera Utara.

Di pertemuan tersebut, Eddy de Cuyper menuturkan bahwa Belgia mempunyai keahlian dalam menangani penyelundupan hewan langka dan penyelundupan narkotika. Ia juga menyatakan kesiapannya jika Direktorat Jenderal Bea dan Cukai membutuhkan pelatihan untuk menangani hal-hal tersebut.

Selain itu, Oza Olavia dan Eddy de Cuyper juga mendiskusikan terkait isu utama yang dihadapi kedua administrasi kepabeanan terkait peredaran narkotika, serta klasifikasi barang dan under valuation.

Pembukaan Diklat Kesamaptaan Angkatan 1 BDK Medan Tahun 2020

Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara, Oza Olavia memimpin upacara pembukaan Diklat Teknis Kesamaptaan Angkatan 1 BDK Medan tahun 2020 yang bertempat di Lapangan Batalyon Komando 469 Paskhas, Medan pada Senin 24 Februari 2020.

Diklat tersebut diikuti oleh 53 siswa yang terdiri dari berbagai unit kerja di lingkungan Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara dan Kantor Wilayah DJBC Aceh.
Diklat Teknis Kesamaptaan merupakan diklat yang sangat penting yang dimkasudkan untuk membentuk pegawai DJBC yang memiliki sikap yang loyal, berkepribadian, bertutur kata baik, jujur, dapat bekerja sama, disiplin, memiliki ketahanan fisik, berjiwa korsa, inisiatif, korektif, serta memiliki kekuatan mental, spiritual dan integritas guna menunjang pelaksanaan tugas.

Setelah itu, Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara memberikan ceramah santiaji sebagai bekal untuk para siswa yang akan melaksanakan diklat. Dalam ceramahnya, Oza Olavia berharap para siswa dapat melaksanakan instruksi yang diberikan oleh para pelatih dengan baik serta dapat menjaga kesehatan fisik agar dapat kembali ke tempat tugas masing-masing dengan kondisi yang baik pula.

Bersinergi Membangun Negeri Menuju Indonesia Maju bersama Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara

Sebagai bentuk komitmen Kanwil DJBC Sumatera Utara untuk mewujudkan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Kanwil DJBC Sumatera Utara mengadakan Coffee Morning dan Survei Pelayanan/Koordinasi bersama instansi pemerintah dan stakeholder yang bertempat di Aula lantai 6 Gedung Keuangan Negara unit II Medan pada tanggal 20 Februari 2020.

Acara dibuka oleh Oza Olavia selaku Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara. Dalam pemaparannya Oza Olavia menyampaikan prestasi kinerja yang telah diraih oleh Kanwil DJBC Sumatera Utara dimana salah satunya adalah mendorong ekspor di wilayah Sumatera Utara. Oza juga menyampaikan bentuk sinergi Kanwil DJBC Sumatera Utara bersama instansi pemerintah maupun stakeholder.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan singkat mengenai Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) oleh Tim Direktorat Kepatuhan Internal Kantor Pusat DJBC. Selanjutnya dilaksanakan survei persepsi anti korupsi dan kualitas pelayanan Kanwil DJBC Sumatera Utara kepada seluruh responden baik dari instansi pemerintah maupun stakeholder. Hasil survei inilah yang akan ditelaah dan menjadi indikator dalam Lembar Kerja Evaluasi (LKE) untuk mewujudkan Kanwil DJBC Sumatera Utara menjadi Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) .

Workshop Identifikasi Pita Cukai Tahun 2020

Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara bersama dengan Direktorat Teknis dan Fasilitas Cukai Kantor Pusat DJBC melaksanakan Workshop Identifikasi Keaslian Pita Cukai Desain Tahun 2020 pada tanggal 4 Februari 2020 bertempat di Aula Rekreasi GKN Sumut. Acara ini diikuti oleh pejabat dan pegawai satuan kerja di Lingkungan Kanwil DJBC Sumut dan Kanwil DJBC Aceh.

Acara ini dibuka dengan sambutan Kakanwil DJBC Sumut, Oza Olavia. Dalam sambutannya, Oza Olavia menyampaikan bahwa kontribusi penerimaan terbesar tahun 2019 berasal dari cukai. Pegawai Bea dan Cukai harus dapat membedakan mana pita cukai asli dan palsu terutama pegawai yang bertugas di bidang pengawasan. Setelah itu dilanjutkan sambutan dari Direktur Teknis dan Fasilitas Cukai yang diwakili oleh Machbub Dumron selaku Kepala Seksi Pelunasan Cukai I dan sambutan Konsorsium Pencetak Pita Cukai oleh Kepala Departemen Cetak Perum Peruri, Winarto.

Workshop Identifikasi Keaslian Pita Cukai mengundang narasumber dari Dit. Teknis dan Fasilitas Cukai oleh Bapak Wirmansyah Lukman selaku Kepala Seksi Tarif Cukai dan Harga Dasar III, Dit. Penindakan dan Penyidikan oleh Bapak Alromoon selaku Kepala Seksi Intelijen Cukai serta Perum Peruri Bapak Rudi Mulyadi selaku Kepala Seksi Penjualan dan Bapak Arsendi selaku Kepala Unit Penyediaan Data Produk.

Para peserta workshop diajarkan cara membedakan pita cukai asli dan pita cukai palsu baik dari warna, desain dan juga tata cara pelekatan pita cukai. Pada wokshop ini juga diperkenalkan pita cukai desain tahun 2020 dimana desain tersebut mengambil tema 75 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Cara identifikasi pita cukai dapat dilakukan dengan kasat mata atau menggunakan kaca pembesar. Pengujian dilakukan terhadap 3 komponen pita cukai yaitu kertas, hologram dan cetakan pada pita cukai.

Banyaknya peredaran BKC dengan pita cukai ilegal dapat merugikan negara pada sektor penerimaan. Nantinya peserta workshop diharapkan bisa memahami dan mendalami identifikasi keaslian pita cukai supaya bisa bersatu dalam upaya penegahan pita cukai ilegal khususnya rokok ilegal untuk mendukung target DJBC 2020 dimana pita cukai ilegal turun dari 3% menjadi 1%. Dengan semakin sedikitnya pita cukai ilegal maka kontribusi dari pita cukai legal semakin tinggi yang nantinya memberikan kontribusi penerimaan negara yang meningkatkan penerimaan cukai DJBC.

Page 1 of 21
1 2 3 21