Sinergi Bea Cukai, LPEI, dan Pemprov Dorong UMKM Sumut untuk Ekspor

Berperan aktif dalam mendukung pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sumatera Utara hadiri Coaching Program For New Exporters (CPNE) yang digagas oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), Jumat (11/06). Bertempat di Hotel Grand Mercure, Jalan Sutomo Medan, dan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah, CPNE ini dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah, Kepala Direksi merangkap Direktur Eksekutif LPEI, Daniel James Rompas; Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara yang diwakili oleh Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai, Deny Sudrajat; Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Utara, Riadil Akhir Lubis.

Coaching Program for New Exporters atau bisa disingkat CPNE merupakan program tahunan yang digagas oleh LPEI dengan mengumpulkan pelaku UKM di Sumatera Utara yang memiliki potensi untuk melakukan ekspor. Selain di Sumatera Utara, program serupa juga telah dilaksanakan di Bali dan Jawa Tengah. “Kami sebagai keluarga besar Kementerian Keuangan terus bersinergi, baik itu Bea Cukai, Pajak, dan LPEI. Semua itu dilakukan demi menaikkan taraf hidup masyarakat,” ujar Daniel

Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai, Deny Sudrajat, dalam sambutannya mengatakan bahwa terdapat lima masalah utama yang dihadapi dalam pengembangan dan pemberdayaan UMKM di seluruh dunia, yaitu infrastruktur termasuk didalamnya yaitu teknologi informasi, kemampuan atau skill dari pelaku usaha, regulasi, permodalan atau pembiayaan, dan networking atau jejaring. Kelima masalah tersebutlah yang mendasari diadakannya CPNE oleh LPEI. “Kami Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sebagai instansi pemerintah dibawah Kementerian Keuangan memiliki peran salah satunya adalah Trade Facilitator, tentunya banyak insentif fiskal yang kami tawarkan bagi UMKM. Bea Cukai Sumatera Utara mendukung penuh IKM dan UKM Sumut untuk naik kelas menjadi eksportir,” ujar Deny

Bea Cukai Sumatera Utara saat ini memiliki klinik ekspor yang tersebar di delapan kantor Bea Cukai di Sumatera Utara, yaitu pada Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) Belawan, KPPBC TMP B Medan, KPPBC TMP B Kualanamu, KPPBC TMP C Pematangsiantar, KPPBC TMP C Kuala Tanjung, KPPBC TMP C Teluk Nibung, dan KPPBC TMP C Sibolga. Selain itu DJBC juga menginisiasi program skala nasional yaitu National Logistics Ecosystem atau NLE yang masih terus disempurnakan. Kedepannya NLE ini dipastikan dapat mengurangi biaya logistik sehingga memaksimalkan logistic cost pelaku UMKM yang ingin melakukan ekspor.

Bea Cukai Sumut Gaet Stakeholder Sukseskan NLE

Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara menghadiri Rapat Koordinasi Rencana Aksi Percepatan Implementasi Inpres 5 Tahun 2020 Lingkup PT. Pelabuhan Indonesia I, Senin (08/06). Rapat koordinasi kali ini dihadiri langsung oleh Sekertaris Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Ir. Agung Kuswandono, M.A.; Direktur Utama PT Pelindo I, Prasetyo; Sekertaris Menteri Koordinator Perekonomian yang diwakili oleh Asisten Deputi Pengembangan Logistik Nasional, Erwin Reza, S.E., M.M.; Sekertaris kementerian Keuangan yang diwakili oleh Tenaga Pengkaji Bidang Sumber Daya Aparatur, Esti Purwadyani Hidayati, S.Si., M.Si., Ph.D.; Penasihat Khusus Menteri Bidang Pertahanan dan Keamanan Maritim, Laksamana Purnawirawan Prof. Dr. Marsetio; Staff Ahli Bidang Manajemen Konektifitas, Sahat Manaor Panggabean; Direktur Informasi Kepabeanan dan Cukai – Ir. Agus Sudarmadi, M.Sc.; Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim, Dr. Ir. Safri Burhanuddin, DEA; Direktur Penjaminan Mutu, LNSW, Ircham Habib; Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sumatera Utara, Ambang Priyonggo. Membahas kesiapan penerapan National Logistic Ecosystem (NLE) di Pelabuhan Belawan, acara ini diadakan oleh PT Pelindo I di JW Marriott Hotel Medan, Sumatera Utara.

National Logistic Ecosystem NLE adalah Ekosistem logistik yang menyelaraskan arus lalu lintas barang dan dokumen internasional sejak kedatangan sarana pengangkut hingga barang tiba di gudang, berorientasi pada kerja sama antar instansi pemerintah dan swasta, melalui pertukaran data, simplifikasi proses, penghapusan repetisi dan duplikasi, serta didukung oleh sistem teknologi informasi yang mencakup seluruh proses logistic terkait dan menghubungkan system-sistem logoistik yang telah ada.

Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara melalui Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) Belawan selalu memberikan inovasi guna mendukung penerapan NLE di Pelabuhan Belawan. Melalui serangkaian kegiatan kerjasama dengan instansi kepelabuhan, banyak rencana yang telah berhasil direalisasikan. Salah satu yang telah berhasil dan terbukti telah memangkas banyak waktu dan birokrasi adalah Single Submission Quarantine-Customs (SSm-QC). Dengan menyederhanakan proses pemeriksaan barang oleh instansi yang berwenang di Pelabuhan, SSm-QC memungkinkan dilakukannya pemeriksaan kepabeanan dan karantina secara terpadu hanya dengan mengajukan 1 dokumen. Selain SSm-QC, terdapat tiga program inisiatif yang sedang dalam pengembangan dan penyempurnaan yaitu SP2 Online, SSm-Pengangkut, dan DO Online.

Mantan Direktur Jenderal Bea dan Cukai yang saat ini menjabat sebagai Sekertaris Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Ir. Agung Kuswandono, M.A., dalam arahannya mengatakan bahwa yang membuat Indonesia kalah adalah miss-management. Belum solidnya pemeriksaan dan perizinan di negara ini membuat costs of logistics yang tinggi. Costs of logistics Indonesia saat ini berada di angka sekitar 23% sedangkan Jepang hanya 4-5%. Selain logistics costs, Indonesia juga memiliki ease of doing business yang lebih rendah dibanding negara-negara tetangga. “Kita bisa, asal kita mau membuka diri dan tidak takut dikritik. Kalau memang merasa lemah ya harus kita perbaiki. Saya ingatkan kembali bahwa NLE ini bukan mengubah sistem logistik yang sudah ada, hanya mengintegrasikan dan mengkolaborasikan,” ujar Agung.

Saat ini Belawan merupakan salah satu pelabuhan besar di Indonesia yang menjadi titik arus lalu lintas barang masuk dan keluar daerah pabean. Diharapkan dengan dirancangnya strategi penerapan NLE di Pelabuhan Belawan ini dapat secara signifikan mengurangi waktu lalu lintas barang impor dan ekspor barang, serta mempermudah pengguna jasa dalam melakukan pengurusan dokumen-dokumen logistiknya. Dengan tagline “Belawan Bisa!”, Kantor Wilayah DJBC optimis dan terus mengembangkan inovasi guna kemajuan Indonesia.

Sinergi Bea Cukai dan Karantina di Provinsi Sumatera Utara

Bea Cukai Kanwil Sumatera Utara terus melakukan berbagai upaya dalam optimalisasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Salah satu upaya yang ditempuh ialah dengan meningkatkan kinerja ekspor nasional. Dengan mengundang Balai Karantina Pertanian dan Karantina Ikan yang berada di Sumatera Utara, Bea Cukai Kanwil Sumut mengadakan COffee Morning pada 28 Mei 2021 yang dilaksanakan secara daring dan juga hadir fisik di Aula Kanwil Bea Cukai Sumut.

Acara ini dihadiri oleh Balai Besar Karantina Pertanian Belawan, Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Medan I dan II (BKIPM), KPPBC TMP Belawan, KPPBC TMP C Kuala Tanjung, KPPBC TMP B Kuala Namu. Dibuka oleh Ambang Priyonggo, Plt. Kepala Kanwil Sumut, beliau menyampaikan pentingnya mendekatkan diri untuk mewujudkan kolaborasi dan sinergi sebagai garda terdepan lalu lintas barang.

Sumatera Utara memiliki banyak potensi, mulai dari hortikultura, produk perikanan, pertanian dan perkebunan. Sehingga perlu adanya harmonisasi kebijakan agar selalu sejalan dalam mendukung kemajuan perekonomian. Pada Coffee Morning ini dibahas juga kendala dan permasalahan yang ada di lapangan, lalu bersama-sama membahas solusi permasalahan tersebut.

Pemberitahuan tentang Klarifikasi atas Penipuan yang Mengatasnamakan Bea Cukai

Sehubungan dengan maraknya praktik penipuan yang mengatasnamakan Pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai atau Pejabat Kanwil DJBC Sumatera Utara, dengan ini disampaikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai ataupun Pejabat Kanwil DJBC Sumatera Utara tidak pernah secara langsung ataupun menugaskan/memerintahkan siapapun juga untuk menghubungi/meminta barang atau uang terkait pelayanan kepabeanan dan cukai
  2. Apabila ada oknum yang mengaku atau mengatasnamakan Pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai atau Pejabat Kanwil DJBC Sumatera Utara dengan maksud yang tidak benar atau berpotensi merugikan masyarakat, kami mohon dapat disampaikan kepada aparat yang berwenang
  3. Untuk keterangan lebih lanjut terkait pemberitahuan ini bisa langsung menghubungi laman www.beacukai.go.id/pengaduan atau ke call center Bravo Bea Cukai di nomor 1500225

Demikian pemberitahuan ini disampaikan agar masyarakat terhindar dari berbagai modus penipuan.

Deklarasi Komitmen Bersama Peningkatan Ekspor Daerah

(27/4) Masih dalam rangka Pemulihan Ekonomi Negeri (PEN), Bea Cukai deklarasikan komitmen bersama Balai Karantina Pertanian Kelas II Medan, BKIPM (Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Medan) Medan untuk peningkatan ekspor Sumatera Utara melalui Bandara Internasional Kualanamu yang diadakan di Aula KPPBC TMP B Kualanamu.

Sebagai wilayah yang kaya akan hasil pertanian dan produk perikanan, diharapkan menjadi pilar utama tidak hanya mendukung perekonomian Sumatera Utara tetapi perekonomian nasional. Dengan adanya sinergitas, koordinasi dan saling bahu-membahu , tentunya akan semakin mendorong perekonomian semakin maju.

Acara penandatanganan deklarasi ini dihadiri juga oleh Plt. Kepala Kanwil DJBC Sumatera Utara, Ambang Priyonggo, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumut, Dinas Pertanian Provinsi Sumut, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumut, Kantor Otoritas Bandara Wilayah II Medan, Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Utara, Perwakilan LPEI Sumatera Utara, PT Angkasa Pura II KC Bandara Internasional Kualanamu, PT Pos Indonesia (Persero), PT. Garuda Indonesia, Komunitas Operator Penerbangan (AOC) Bandara Kualanamu, GPEI Sumut (GPEI), dan Asosiasi UMKM Sumatera Utara.

Dilanjutkan dengan Focus Group Discussion, yang membahas mengenai hambatan-hambatan untuk menggiatkan ekspor produk UMKM Sumatera Utara. Acara diakhiri dengan pelepasan ekspor kepiting di Kargo Internasional Kualanamu sebanyak 3000 kg ke negara China.

Page 1 of 35
1 2 3 35